Bukan Cuma Bali, Gegesik Cirebon Punya Ogoh-Ogoh Raksasa: Tradisi Puluhan Tahun Penjaga Keguyuban

Ogoh-ogoh-Karya-Warga-Gegesik-Cirebon
Perarakan puluhan ogoh-ogoh raksasa karya warga Gegesik Cirebon dalam Karnaval Budaya memperingati HUT Kemerdekaan RI. Foto: Istimewa/ Doc Pemkab Cirebon 

CIREBONINSIDER.COM — Bicara soal perarakan ogoh-ogoh raksasa, pikiran kebanyakan orang pasti langsung tertuju pada Pulau Dewata. Namun di pesisir utara Jawa, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, punya cerita dan denyut tradisinya sendiri yang tak kalah megah.

​Minggu (30/8/2026), jalanan Gegesik mendadak berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga tumpah ruah menyemut di sepanjang rute parade. Mereka hadir merayakan napas tradisi yang telah mengakar puluhan tahun: Karnaval Budaya Ogoh-Ogoh Gegesik.

​Ada fenomena unik pada perhelatan tahun ini. Tradisi kolosal yang lazimnya digelar menyambut bulan Rabiul Awal (Maulid) tersebut berpadu langsung dengan gelora Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga:Jelang Muktamar Ke-35 NU Jombang, Cirebon Dorong Putra Daerah Jadi Rois AmResmi Dilantik, Fatayat NU Kabupaten Cirebon Teguhkan Kepemimpinan Perempuan dan Siap Hadapi Tantangan Digital

​Hasilnya? Sebuah pesta rakyat jalanan yang masif, magis, dan sarat daya pikat.

​Kreativitas Swadaya dari Tangan Warga

​Puluhan ogoh-ogoh berukuran raksasa diarak menyusuri lorong hingga jalan utama kecamatan. Bentuknya beragam dan memukau—mulai dari figur mitologi, karakter unik, hingga simbol kritik sosial hasil kreasi warga lokal.

​Gegesik sejak lama tersohor sebagai salah satu gudang seniman dan budayawan di Cirebon. Ogoh-ogoh di sini bukan sebatas seni patung kertas biasa. Karya ini adalah simpul keguyuban.

​Anak-anak, pemuda, hingga para tetua kampung bekerja sama membidani pembuatannya secara swadaya berminggu-minggu sebelum acara tumpah ke jalan.

​Ruang Perjumpaan dan Pemersatu Warga

​Camat Gegesik, Tri Angga Riyadhimansyah, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran perhelatan budaya ini. Baginya, momen ini adalah bukti nyata keberlanjutan nilai gotong royong warga.

​“Alhamdulillahirabbilalamin, hari ini kita dapat melaksanakan kegiatan Karnaval Budaya dalam rangka memperingati HUT RI. Semoga seluruh rangkaian berjalan lancar dan sukses,” ujar Angga di tengah keramaian.

​Mengingat lautan massa yang memadati sepanjang rute, aspek keamanan dan ketertiban menjadi perhatian mendasar.

Baca Juga:Menbud ke Keraton Kasepuhan dan Rencana Transformasi Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang Jadi Taman BudayaSisa Kas Jabar Rp500 Ribu, Sekda Herman Suryatman Bongkar Strategi Belanja Agresif Era Dedi Mulyadi

​“Kami mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung serta menjaga keamanan dan ketertiban demi keselamatan kita bersama,” tegasnya.

​Lebih dari Sekadar Hiburan Visual

​Karnaval Budaya Gegesik makin mempertegas posisi Cirebon sebagai wilayah yang kaya akan akar kebudayaan rakyat. Di era digital yang serba individualis, jalanan kampung Gegesik justru membuktikan hal sebaliknya: seni dan tradisi lokal tetap menjadi perekat sosial paling ampuh.

0 Komentar