Panen Perdana Indramayu Meledak 10,45 Ton Per Hektare, Modernisasi Pertanian Bungkam Skeptisisme

Bupati-Indramayu-Lucky-Hakim
Bupati Indramayu Lucky Hakim menaiki mesin pemanen combine harvester saat panen perdana padi teknologi modern PM-AAS di Desa Plosokerep, Terisi, Indramayu. Foto: Istimewa/ Doc Pemkab Indramayu

​Sebanyak 11 unit pompa air dan 8 unit irigasi perpompaan dikerahkan untuk menjamin suplai air konsisten. Penyemprotan pupuk dan pestisida diproses presisi menggunakan 1 unit drone sprayer, sementara pemotongan gabah dimaksimalkan dengan 1 unit combine harvester guna memangkas risiko susut hasil panen (loss rate).

​Rangkaian proses yang dimulai sejak Mei 2026 ini membuktikan bahwa efisiensi teknologi mampu mengatasi kendala cuaca dan ketersediaan tenaga kerja.

​Optimisme Pemkab Indramayu

​Bupati Indramayu Lucky Hakim menyambut positif capaian faktual di lapangan tersebut. Penggunaan teknologi terbukti secara valid dapat memangkas risiko kegagalan panen sekaligus mengoptimalkan potensi lahan marjinal.

Baca Juga:Birokrasi Pupuk Resmi Dipotong Kompas, tapi Mengapa Lahan Pertanian Justru Menghadapi Alarm Bahaya?Adopsi Teknologi Arkansas, Indramayu Targetkan Panen 10 Ton Per Hektar Lewat Pertanian Modern PM-AAS

​”Dari yang tadinya sekitar 5 sampai 6 menjadi 8 ton. Alhamdulillah berkah. Ternyata pas diukur oleh BPS angka realisasinya menembus 10 ton lebih. Ini tentu menjadi semangat dan optimisme baru bagi para petani untuk terus memanfaatkan teknologi pertanian,” tegas Lucky Hakim.

​Data hasil pengukuran ini menjadi pijakan valid Pemkab Indramayu bersama Kementerian Pertanian dalam merancang pemetaan ketahanan pangan berbasis presisi di kawasan Jawa Barat.(*)

0 Komentar