​Sindrom Kertas Kerja Melindas Desa: KDM Sentil Birokrasi, Kuningan Sodorkan Resep Pemungkas

Bupati-Kuningan-Dian-Rachmat-Yanuar
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menerima penghargaan dari Ketua Umum DPP LPM RI Ahmad Dolli Kurnia Tandjung disaksikan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Gedung Merdeka Bandung. Foto: Istimewa /Doc Pemkab Kuningan

​Pemkab Kuningan tidak cuma menebar retorika. Penguatan kelembagaan dihantam langsung ke titik krusial melalui tiga langkah taktis:

– ​Infrastruktur Lembaga Teruji: DPC LPM dibentuk solid dan terstruktur di seluruh 32 kecamatan.

– ​Stimulan Operasional Nyata: Bantuan operasional dikucurkan langsung untuk memperkuat kinerja Ketua LPM di 15 kelurahan.

Baca Juga:RTRW Diuji Publik, Bupati Kuningan Dian Rachmat Tegaskan Produk Hukum Tak Boleh Lahir dari 'Ruang Hampa'Strategi Bupati Dian Rachmat Pulihkan Fiskal Kuningan lewat Transformasi Koperasi Modern

– ​Eksekutor Program Strategis: LPM diberi peran kunci dalam penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU)—mulai dari verifikasi lapangan hingga memimpin gerakan gotong royong warga.

​Mengembalikan Ruh Desa lewat Inovasi Nyata

​Keberhasilan Kuningan menembus batas birokrasi dibuktikan lewat lahirnya program inklusif yang menyasar kelompok rentan. Kolaborasi lintas sektor antara LPM, BPD, PKK, dan Karang Taruna membuahkan hasil konkret:

– ​Inklusi Sosial Radikal: Program Batik Ciprat sukses memberdayakan kawan-kawan ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) dan penyandang disabilitas menjadi produsen mandiri.

– ​Kemandirian Lingkungan: Pengelolaan sampah terpadu di Desa Kertayasa berhasil menembus prestasi Juara II Tingkat Nasional.

– ​Ketahanan Pangan & Ekonomi Warga: Intervensi cepat di lapangan digerakkan secara masif melalui program BERSEPEDA, GEMA SADULUR, Rumah Sayur, Jawara Tani, GPM Padaringan, hingga kesiapsiagaan Pasukan PAUS.

​Langkah ini menegaskan satu hal: ketika kerangka administrasi disederhanakan dan kepercayaan diberikan penuh kepada warga, gotong royong tidak akan pernah mati.

​Di bawah payung visi Kuningan Melesat, daerah ini mempraktekkan cara baru memimpin desa: birokrasi meramping, warga bergerak, dan hasil terasa nyata.(*)

0 Komentar