”Pembangunan harus bergerak dari bawah (bottom-up). Masyarakat desa harus berpartisipasi penuh. Kita harus membendung narkoba, kekerasan anak, hingga TPPO sebelum desa kita benar-benar lumpuh,” tegas Doli.
Tiga Langkah Konkret Penyelamatan Desa
Untuk menjawab ancaman sistematis ini, kolaborasi Pemprov Jawa Barat dan DPP LPM RI difokuskan pada tiga langkah mendesak:
Pertama, penguatan proteksi ekonomi. Pemprov dan LPM akan mendorong pembukaan lapangan kerja berbasis potensi lokal agar warga desa tak lagi mudah tergiur janji manis agen TPPO maupun buaian instan pinjol.
Baca Juga:Jeratan Pinjol dan Judol Ancam Disiplin ASN: Pemkot Cirebon Pasang 'Benteng' FinansialStaf Keuangan PDAM Kota Cirebon Korupsi Rp3,71 Miliar Buat Trading dan Judol, Tersisa Rp88 Juta
Kedua, gerakan perlawanan komunitas. Membentuk jejaring edukasi terstruktur dari tingkat RT/RW untuk secara aktif menyapu bersih jaringan peredaran Tramadol serta menutup akses ruang gerak judi online.
Ketiga, akselerasi infrastruktur dasar. Mempercepat penyaluran bantuan dana dari provinsi langsung ke desa demi memastikan pemenuhan listrik, rumah layak huni, dan aksesibilitas dasar warga dapat tuntas tanpa hambatan birokrasi.
Pemberdayaan masyarakat hari ini bukan lagi sebatas program kerja rutin harian. Ini adalah benteng pertahanan terakhir untuk menyelamatkan masa depan dan benteng moral generasi mendatang dari kehancuran.(*)
