1. Kecepatan dan Kesegaran: Memastikan produk kuliner olahan sampai ke tangan konsumen luar kota dalam kondisi prima.
2. Efisiensi Efektif: Memangkas rantai perantara sehingga keuntungan dapat dirasakan langsung oleh produsen.
Sinergi Daerah Mendorong Pengentasan Kemiskinan
Penguatan sektor ekraf di Indramayu ini bukan sekadar agenda rutin. Langkah ini merupakan instrumen konkret daerah dalam menerjemahkan kebijakan nasional.
Baca Juga:Urai Benang Kusut Ekonomi Kreatif, DPRD Cirebon Godok Regulasi Multiplier Effect Wisata SejarahHKI Resmi Jadi Agunan KUR 2026, Pemerintah Kucurkan Rp10 Triliun untuk UMKM Kreatif!
Kegiatan ini berpedoman langsung pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengentasan kemiskinan melalui kerja sama terpadu antar-lembaga.
Terdapat tiga dampak jangka panjang yang disasar dari program ini: Pertama, Kepastian Hukum. Produk yang mengantongi HKI memiliki nilai tawar tinggi, aman dari pemalsuan, dan siap dilirik investor. Kedua, Kemandirian Ekonomi. Akses pasar yang makin luas membuka peluang kerja baru dan menyerap tenaga kerja lokal.
Ketiga, Keberlanjutan Usaha. Pelaku usaha ditargetkan lepas dari ketergantungan bantuan sosial dan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi mandiri.
Lewat kombinasi perlindungan HKI dan efisiensi logistik digital, pelaku ekraf Indramayu kini siap keluar dari zona nyaman dan bersaing secara kompetitif di pasar nasional.(*)
