CIREBONINSIDER.COM — “Decision based on wrong data leads to wrong results.” Peringatan keras ini menjadi alarm penting di tengah masifnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Barat, khususnya wilayah Cirebon.
Data bukan sekadar barisan angka di atas kertas. Di tangan pemerintah, data adalah navigasi utama. Ia menentukan arah pembangunan, alokasi anggaran, hingga masa depan ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Anggota DPRD Jawa Barat, Daddy Rohanady, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan momentum krusial. Kualitas kebijakan publik daerah sepenuhnya dipertaruhkan dari keakuratan data yang dihimpun petugas di lapangan.
Baca Juga:Taruhan Ekonomi Cirebon di Sensus 2026: Ulas Dominasi Perdagangan dan Pariwisata yang Kuasai Setengah KotaManipulasi Data Sensus Ekonomi 2026 Jadi Bom Waktu, DPR Sentil BPS Solo soal Nasib Kaum Dhuafa
Satu Data, Beda Nasib Kebijakan
Perbedaan metode dan tolok ukur pendataan acap kali memicu persoalan klasik: ketimpangan antara realitas lapangan dan kebijakan pemerintah.
Daddy menilai, presisi data ekonomi menjadi kunci mutlak agar program bantuan maupun pemetaan investasi tidak salah arah.
”Keputusan yang diambil berdasarkan data yang salah, bisa dipastikan keputusannya juga salah,” tegas Daddy di Cirebon.
Ia mendorong Badan Pusat Statistik (BPS) untuk tidak sekadar mengumpulkan angka. Petugas sensus wajib membangun komunikasi dua arah—menjelaskan maksud, tujuan, serta manfaat nyata yang akan diterima masyarakat.
Edukasi publik secara terbuka dipercayai mampu meningkatkan kejujuran serta partisipasi aktif warga.
Akselerasi Lapangan BPS Kota Cirebon
Di tingkat daerah, BPS Kota Cirebon terus memacu pendataan secara masif usai fase kuesioner mandiri selesai pada pertengahan Juni 2026. Kepala BPS Kota Cirebon, Samiran, mengungkapkan bahwa strategi penyisiran langsung kini menjadi tumpuan utama.
Pendataan door-to-door resmi bergulir sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Demi menyisir seluruh sudut kota, BPS menerjunkan tim khusus yang terdiri dari 229 petugas mitra dan tiga pegawai organik.
Baca Juga:Tips Atasi GALAT Login Akun Sobat BPS, untuk Daftar Petugas Sensus Ekonomi 2026Link Pendaftaran Rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi 2026, Berikut Cara dan Tahapannya Masih Ada Waktu
Hasilnya mulai terlihat signifikan. Hingga laporan terakhir, BPS mencatat sebanyak 103.246 responden telah berhasil didata. Angka ini setara dengan 70,75 persen dari total target akhir sebanyak 145.922 responden.
Mengapa Ini Penting untuk Anda?
Akurasi Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar urusan BPS atau pemerintah, melainkan berdampak langsung ke masyarakat:
Bagi Pelaku Usaha: Data presisi memastikan kebijakan insentif, bantuan UMKM, dan peta investasi daerah tepat sasaran.
