CIREBONINSIDER.COM – Layar gawai terus menyita perhatian, namun ketajaman berpikir generasi muda kini benar-benar diuji. Menjawab ancaman krisis literasi dan gempuran pemikiran instan berbasis Artificial Intelligence (AI), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon resmi memperpanjang masa pendaftaran Lomba Resensi Buku Tingkat SMA/SMK/MA 2026 hingga 6 Agustus 2026.
Langkah ini bukan sekadar memberikan tenggat waktu tambahan. Ini adalah panggilan terbuka bagi para pelajar se-Kota Cirebon untuk membuktikan kedalaman berpikir dan orisinalitas karya tanpa bergantung pada mesin.
Melawan ‘Gagap Otentisitas’ di Era Digital
Rendahnya tingkat literasi yang kerap membayangi generasi muda kini berhadapan dengan tantangan baru: ketergantungan pada AI generatif. Banyak pelajar kian terbiasa memproses informasi secara dangkal dan serba instan.
Baca Juga:Resmi Dilantik, Fatayat NU Kabupaten Cirebon Teguhkan Kepemimpinan Perempuan dan Siap Hadapi Tantangan DigitalMenbud ke Keraton Kasepuhan dan Rencana Transformasi Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang Jadi Taman Budaya
Dispusip Kota Cirebon membaca bahaya laten tersebut. Lomba resensi buku berbasis koleksi lokal dan aplikasi iPusnas ini dirancang menjadi arena pembuktian untuk mengasah critical thinking pelajar.
Kepala Dispusip Kota Cirebon, Mastara, menegaskan bahwa kompetisi ini dihadirkan untuk melampaui kebiasaan membaca pasif.
”Melalui lomba resensi buku ini, kami ingin mengajak para pelajar untuk tidak berhenti pada kegiatan membaca. Mereka juga diharapkan mampu memahami isi buku, menyampaikan pandangan secara kritis, serta menuangkannya dalam tulisan yang menarik dan orisinal,” ujar Mastara.
Antusiasme tinggi dari para siswa menjadi alasan utama di balik keputusan memperpanjang pendaftaran. Penambahan waktu ini memberikan ruang bagi peserta untuk mematangkan gagasan agar mampu melahirkan karya terbaik.
Benteng Orisinalitas: AI Dilarang Masuk
Aturan paling krusial dalam kompetisi tahun ini adalah larangan mutlak penggunaan AI dalam penulisan resensi.
Di tengah maraknya penggunaan alat penulisan otomatis di sekolah, Dispusip ingin memastikan tulisan yang lahir murni berasal dari olah pikir, empati, dan sudut pandang mandiri peserta. Setiap karya wajib ditulis dalam bahasa Indonesia yang lugas, orisinal, serta bebas dari unsur SARA maupun pornografi.
Panduan Pendaftaran dan Pilihan Buku
Pelajar yang ingin menguji ketajaman pena wajib terdaftar sebagai anggota Perpustakaan Dispusip Kota Cirebon. Registrasi dapat dilakukan secara mandiri melalui Sistem Informasi Perpustakaan Dispusip.
