Bukan Sekadar Tangkap Kriminal, Polisi Indramayu Pacu Panen 437 Ton Jagung

Penanaman-Jagung-Serentak-Kuartal-III-2026
Karo SDM Polda Jabar Kombes Pol Fadly Samad (tengah) bersama Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. (kiri) saat melakukan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2026 di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Foto: Doc Pemkab/Polres Indramayu

CIREBONINSIDER.COM​ – Sektor pertanian Indramayu mendapat dorongan baru dari arah yang tak biasa. Aparat kepolisian turun langsung mengawal program swasembada pangan daerah.

Sepanjang Januari hingga September 2026, Polres Indramayu mendampingi pengelolaan lahan jagung seluas 64,5 hektare. Hasilnya tak main-main: 437,226 ton jagung berhasil dipanen dari bumi Wiralodra.

​Langkah ini memperlihatkan pergeseran peran aparat di lapangan. Kehadiran kepolisian menjadi akselerator untuk menghidupkan kembali tanah-tanah produktif yang selama ini belum tergarap optimal.

Baca Juga:Harta Karun dari Kediri, Sulap Limbah Bonggol Jagung Tembus Pasar JepangKunci Celah Kebocoran Makan Gratis Pelosok, Badan Gizi Nasional Gandeng Kejagung Lakukan Legal Audit

​Aksi Nyata di Desa Mekarwaru

​Pusat gerakan kini difokuskan ke wilayah selatan Indramayu. Pada kuartal ketiga 2026, Desa Mekarwaru di Kecamatan Gantar ditunjuk sebagai lokasi inti penanaman. Dari target sasaran seluas 34 hektare, sebanyak 20 hektare di antaranya telah hijau tertanam bibit unggul.

​Gerakan di level daerah ini menjadi penopang agenda yang lebih besar. Di tingkat provinsi, penanaman jagung serentak Jawa Barat mencakup total luasan 134 hektare.

Kolaborasi di lapangan melibatkan Polres Indramayu, TNI, Pemerintah Daerah, kelompok tani, hingga para penyuluh pertanian untuk memastikan operasional berjalan presisi.

​Kucuran Bantuan Langsung ke Petani

​Dukungan aparat tak berhenti pada pengawasan verbal semata. Bantuan fisik disalurkan langsung ke lapangan guna menekan beban produksi petani. Paket bantuan mencakup satu unit mesin pemipil jagung modern untuk mempercepat penanganan pascapanen, 300 kilogram benih jagung varietas unggul, serta enam ton pupuk.

​Suntikan sarana produksi ini memangkas biaya modal awal petani. Proses pengolahan lahan dan perawatan tanaman pun bisa berjalan jauh lebih cepat.

​Memotong Hambatan dari Tanam Hingga Pasar

​Polisi tentu tidak bertugas memegang cangkul di ladang. Peran strategis instansi ini berada pada posisi fasilitator dan penghubung.

​Polda Jawa Barat mengarahkan pendampingan pada titik-titik krusial yang kerap menjadi kendala petani. Aparat membantu pemetaan tanah tidur, membuka akses permodalan dan input pertanian resmi, hingga mengawal jalur distribusi pascapanen agar harga jual tetap terjaga.

Baca Juga:Akselerasi Swasembada Pangan: Polresta Cirebon Kelola 300 Hektare Lahan JagungKendalikan Harga Ayam dan Telur, Kementan Intervensi Stok Jagung SPHP Lewat Skema Satu Harga

​Incar Target 5 Ton Per Hektare

​Penanaman di Desa Mekarwaru diproyeksikan memasuki masa panen dalam tiga hingga empat bulan mendatang. Target produktivitas dipasang pada angka minimal lima ton per hektare.

0 Komentar