2. Fokus Intervensi Wilayah Stunting Tinggi: Menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait penganggaran MBG, BGN siap menyesuaikan teknis operasional. Fokus penyaluran kini disinkronkan dengan data Kementerian Kesehatan, membidik kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) serta kabupaten/kota di Sumatra, Jawa, NTT, hingga Papua yang mencatatkan angka prevalensi stunting tinggi. Sasaran utamanya jelas: anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).
3. Jaga Stabilitas Harga Pasar: Hadirnya dapur MBG dipastikan tidak boleh menyedot bahan pangan lokal secara ugal-ugalan hingga memicu inflasi daerah. Integrasi bersama Perum Bulog memastikan ketersediaan pangan masyarakat umum tetap aman, terjangkau, dan stabil.
Babak Baru Tata Kelola Program Nasional
Sikap proaktif BGN membuktikan bahwa program skala nasional yang menyerap anggaran besar dapat dijalankan secara terbuka, terukur, dan responsif terhadap audit.
Baca Juga:Mengapa Sudaryono Gantikan Nanik S Deyang di BGN? Ini Rekam JejaknyaGantikan Nanik Deyang, Kepala BGN Sudaryono Ikrar "Zero" Toleransi Korupsi: Jangan Ada Rapat Rahasia!
Dengan memadukan transparansi anggaran, pemulihan ekonomi akar rumput, serta penanganan stunting yang tepat sasaran, BGN optimistis Program MBG menjadi fondasi kokoh menuju peningkatkan kualitas SDM Indonesia secara berkelanjutan.(*)
