Dokter Spesialis 'Turun Gunung' ke Perbatasan, Warga Cibingbin Kepung Layanan Gratis IDI Kuningan

IDI-Kuningan-Baksos
Suasana bakti sosial kesehatan IDI Kuningan di Balai Desa Cibingbin, menampilkan interaksi warga, panitia berompi, dan meja penuh stok obat-obatan gratis. Foto: Istimewa/Doc Pemkab Kuningan 

CIREBONINSIDER.COM — Bagi warga di ujung timur Kabupaten Kuningan, mendatangi dokter spesialis kerap menjadi perkara rumit. Jarak tempuh yang jauh ke pusat kota serta biaya transportasi kerap membuat layanan medis spesialistik terasa “mewah” dan sulit dijangkau.

​Menjawab persoalan tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Kuningan bersama Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) mengambil langkah terobosan. Mereka memindahkan sementara “ruang praktik” dokter spesialis langsung ke wilayah perbatasan.

​Lewat aksi kemanusiaan bertajuk “IDI Mengabdi untuk Negeri”, Balai Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin mendadak riuh dipadati warga pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini digelar khusus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga:BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun Per Bulan, 55 Juta Kartu Peserta 'Mati'Dilema Digital di Balik Wayang Golek, Cara Komdigi Sentil Kesehatan Mental Anak di Matangaji Cirebon

​Dobrak Keterbatasan Akses Kesehatan Desa

​Cibingbin dipilih bukan tanpa alasan. Berada di benteng terluar yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah, wilayah ini memerlukan perhatian ekstra dalam keterjangkauan sarana kesehatan tingkat lanjut.

​Tak tanggung-tanggung, delapan dokter spesialis diboyong sekaligus ke lokasi. Warga desa yang biasanya harus menempuh perjalanan berjam-jam kini bisa berkonsultasi tatap muka secara gratis.

​Layanan yang diberikan pun bukan sekadar resep obat biasa. Fasilitas pemeriksaan penunjang modern seperti EKG untuk rekam jantung hingga alat USG disiagakan di tempat.

​Di saat bersamaan, deretan anak-anak mengikuti khitanan massal, sementara para ibu hamil dan balita mendapatkan paket bantuan nutrisi serta bingkisan khusus.

​Solusi Nyata Ketimpangan Layanan Medis

​Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., yang hadir meresmikan acara memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat IDI dan IIDI. Langkah ini dinilainya sebagai tindakan konkret dalam memotong jurang ketimpangan akses medis antara kota dan desa.

​”Kesehatan bukan cuma urusan pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Sinergi seperti inilah yang benar-benar mendekatkan pelayanan berkualitas kepada masyarakat yang paling membutuhkan,” tegas Dian.

​Ia menambahkan, kehadiran fasilitas kesehatan langsung di akar rumput menjadi kunci mendorong akselerasi program Kuningan Melesat demi mencetak masyarakat yang sehat, kuat, dan produktif.

Baca Juga:Bentengi Keamanan Pangan Idul Adha 2026, Cirebon Jadi Barometer Kesehatan Ternak Lintas ProvinsiAncaman Silent Killer di Balik Bau Mulut saat Puasa: Mengapa Kesehatan Gigi Ramadan 2026 Tak Boleh Diabaikan?

​Deteksi Dini di Garis Terdepan

​Pemeriksaan spesialis di tingkat desa memiliki dampak vital secara jangka panjang. Kehadiran EKG dan USG gratis efektif mendeteksi potensi penyakit jantung kronis serta risiko kehamilan tinggi (high-risk pregnancy) sejak awal.

0 Komentar