CIREBONINSIDER.COM – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut tak lagi sekadar menjadi lembaga pelulus siswa. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan sekolah kejuruan harus memberikan jaminan kompetensi, pembentukan akhlak, hingga kepastian akses masuk dunia kerja.
Pesan menohok itu ditegaskan Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, saat meresmikan gedung baru Kampus 2 SMK Fajar Mandala Cipameungpeuk. Acara tersebut dirangkaikan dengan peresmian Masjid Jami Al-Fajar di Jalan Pager Betis, Desa Cipancar, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Kamis (17/9/2026).
Erwan mengingatkan pentingnya peran sekolah kejuruan dalam menjawab tantangan pengangguran terdidik. Sekolah harus mampu mencetak sumber daya manusia yang adaptif terhadap tuntutan dunia industri.
Baca Juga:Lawan Tren 'Viral Sesaat', Erwan Setiawan Tantang Garuda TV Jabar Jadi Laboratorium Solusi DaerahJabar Jadi Jantung Mudik 2026: Wagub Erwan Setiawan Siapkan Strategi Anti-Macet dan Pangan Stabil
“Jangan sekadar meluluskan siswa-siswi saja, tapi bisa menjamin ketika mereka lulus akhlak dan moralnya terjaga dengan baik,” ujar Erwan.
Soroti Ribuan Pabrik di Sumedang
Erwan menyoroti kontradiksi yang kerap terjadi di wilayah industri. Keberadaan ribuan pabrik dan derasnya arus investasi di Kabupaten Sumedang seharusnya berdampak langsung pada kesejahteraan warga setempat.
Masyarakat lokal jangan sampai hanya menjadi penonton di tengah pesatnya kawasan industri. Karena itu, Erwan menginstruksikan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumedang untuk menguatkan kerja sama tripartit antara pemerintah, sekolah, dan pelaku usaha.
“Bila perlu buat kontrak kerja sama dengan perusahaan-perusahaan. Begitu lulus, siswa bisa langsung bekerja. Tidak ada lagi lulusan SMK, khususnya SMK Fajar Mandala, yang menganggur. Saya akan kawal itu,” tegasnya.
Proteksi Pekerja dan Jaminan Sosial
Selain pemenuhan lapangan kerja, Wagub Jabar mendorong perluasan perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah daerah diminta aktif mendata seluruh pekerja, baik formal maupun informal seperti petani, pedagang, dan buruh kasar.
Langkah antisipatif ini dinilai vital untuk mencegah munculnya rentetan masalah sosial saat terjadi risiko kecelakaan kerja atau kematian.
“Jangan sampai ketika bekerja lalu terjadi kecelakaan, mereka tidak punya jaminan. Akhirnya timbul kemiskinan ekstrem baru, anak putus sekolah, dan dapur berhenti ngebul,” tutur Erwan.
Baca Juga:Jaman Jabar Imbau Kadernya Datang ke TPS dan Kawal Suara Dedi Mulyadi-Erwan SetiawanJabar Jadi Jantung Mudik 2026: Wagub Erwan Setiawan Siapkan Strategi Anti-Macet dan Pangan Stabil
Sinergi Zakat ASN dan Ruang Spiritual
Dalam kegiatan tersebut, Erwan juga mengajak masyarakat Desa Cipancar meramaikan Masjid Jami Al-Fajar. Masjid bersejarah berusia 103 tahun itu baru saja selesai direnovasi. Kemegahan fisik masjid harus dibarengi dengan aktivitas keagamaan yang hidup.
