Suntikan Modal dan Digitalisasi, Jurus Dinkop Cirebon Dorong 179 Ribu UMKM Naik Kelas

Sosialisasi-Akses-Permodalan-Digital-UMKM
Sosialisasi akses permodalan digital dan kapasitas usaha untuk UMKM Cirebon, menampilkan spanduk BRI Insurance dan Rekening Digital Raya di aula besar. Foto: Doc Dinkop UKM Kab Cirebon

​CIREBONINSIDER.COM – Ratusan ribu pelaku usaha mikro di Kabupaten Cirebon kini tak lagi berjalan sendirian. Menghadapi ketatnya persaingan pasar dan keterbatasan modal, strategi lintas sektor resmi digulirkan untuk memperkuat daya saing produk lokal.

​Langkah konkret ini memfokuskan pendampingan pada peningkatan kapasitas, kepemilikan izin resmi, hingga literasi pemasaran digital.

​Sinergi Pembuka Akses Pembiayaan

​Upaya tersebut diwujudkan lewat program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar. Agenda ini mempertemukan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Cirebon dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Cirebon.

Baca Juga:Riset Kampus Tak Lagi Mangkrak, Kementerian UMKM-UI Ubah Inovasi Jadi Bisnis RaksasaGebrakan UMKM Cirebon Timur, Strategi 179 Ribu Usaha Lokal Tembus Pasar Digital

​Sebanyak 230 nasabah PNM bersama 20 pelaku UMKM dari wilayah Cirebon timur hadir menyerap pembekalan langsung.

​”Program ini menjadi sarana bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pengetahuan dan akses pendukung dalam mengembangkan usaha,” ujar Kepala Dinkop UKM Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan, Jumat.

​Keterlibatan lembaga keuangan formal ini menjadi jembatan utama agar pelaku usaha terhindar dari pembiayaan berisiko tinggi serta memperoleh pendampingan yang tepat sasaran.

​Potensi Raksasa Ekonomi Daerah

​Kabupaten Cirebon menyimpan potensi ekonomi raksasa dengan jumlah mencapai 179.600 pelaku UMKM. Potensi ini bergerak di sektor kuliner, perdagangan, kerajinan, fesyen, pertanian, perikanan, hingga jasa.

​Menurut Alex, besarnya potensi tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas pengelolaan bisnis agar mampu merespons kebutuhan pasar modern.

​”Pelaku UMKM tidak cukup hanya mempertahankan usaha, tetapi perlu memiliki kemampuan melihat peluang untuk mengembangkan bisnis dan memperluas pasar,” tegasnya.

​Empat Pilar Utama Agar UMKM Naik Kelas

​Alex menekankan bahwa suntikan modal usaha tidak akan optimal tanpa diimbangi kesiapan produk dan manajemen yang tertib.

Baca Juga:Lawan Gempuran AI: Festival Literasi Cirebon 2025 Genjot Literasi Digital untuk Cirebon Setara 2029Indramayu Gencarkan Literasi Digital Wajib di Sekolah, Lawan Hoaks dan Perkuat Citra Positif Pendidikan

​Pihaknya merumuskan empat pilar penting yang wajib dimiliki pelaku usaha: kemasan produk yang menarik, kelengkapan legalitas usaha, pencatatan keuangan yang teratur, serta kecakapan pemasaran digital.

​”Produk yang berkualitas perlu didukung kemasan yang baik, legalitas usaha yang lengkap, pencatatan keuangan yang tertib, serta pemasaran melalui media sosial dan marketplace,” jelas Alex.

​Membangun Ekosistem Usaha Berkelanjutan

​Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, dan pelaku usaha menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekonomi lokal secara berkesinambungan.

0 Komentar