​Darurat Plastik, Jabar Gaet Belgia, Ubah Sekolah Jadi Benteng Ekologi

River-Cleanup-Belgia
Kadisdik Jabar Purwanto bersama perwakilan River Cleanup Belgia dan Indonesia dalam pembentukan program Plastic Clever School di Bandung. Foto: Istimewa/ Doc Pemprov Jabar

​Pasukan Muda Sungai: Menuju Big Cleanup September 2026

​Penguatan gerakan ini juga menyasar pelajar SMA dan SMK. Mereka disiapkan menjadi relawan inti untuk memperluas jaringan komunitas River Cleanup di 27 kabupaten dan kota.

​Langkah ini menyasar pangkal masalah. Banyaknya sampah di aliran sungai Jawa Barat harus ditangani langsung dari hulu oleh generasi muda.

​Saat ini, program River Cleanup Indonesia telah menjangkau 20 SD dan tiga kelurahan, lengkap dengan agenda rutin “Sekolah Sungai” setiap hari Sabtu.

Baca Juga:​Ancam Subsidi Sekolah! KDM Wajibkan Siswa SMA/SMK Nyapu Sampah demi Nilai IPA​Kuningan Darurat 500 Ton Sampah, 6 Kampus Bersatu Sulap Limbah Plastik Jadi BBM Genset!

​Puncaknya, aksi masif akan digelar pada World Cleanup Day (WCD) melalui agenda Big Cleanup pada September 2026. Pelajar SMP dan SMA akan diturunkan langsung di tiga titik lokasi strategis.

​Representative River Cleanup Belgia, Sabine, menekankan bahwa kunci perubahan ada pada pemuda.​”Kami ingin pelajar tidak hanya paham bahaya plastik, tetapi bergerak nyata bersama komunitas. Together for Clean Rivers,” ungkap Sabine.

​Legalitas MoU: Menjaga Program Tetap Abadi

​Project Manager River Cleanup Indonesia, Egar Anugrah, menyatakan bahwa kolaborasi ini sedang difinalisasi menuju penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) resmi bersama Pemprov Jabar.

​Payung hukum ini krusial. MoU memastikan pendampingan lingkungan tidak berhenti saat pergantian pejabat, melainkan menjadi kurikulum berkelanjutan.

​Jawa Barat kini menetapkan standar baru. Sekolah tidak hanya bertugas mencetak siswa berprestasi secara akademis, tetapi juga melahirkan generasi yang paham cara menyembuhkan buminya.(*)

0 Komentar