​Bukan Cuma Ritual 4 Abad, Yaa Qawiyyu Jatinom Sukses Ledakkan Ekonomi Warga Klaten

Grebeg-Agung-Andum-Apem-YaaQawiyyu-Jatianom-Klaten
Pemandangan dari panggung tinggi di acara Grebeg Ageng Andum Apem YaaQawiyyu Jatinom, Klaten. Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, sedang memberikan sambutan di depan kerumunan massa yang sangat padat. Terlihat petugas membawa anyaman bambu berisi apem di panggung, dan lautan manusia memadati halaman di bawah. Foto: Istimewa/ Doc Kemenko perekonomian 

CIREBONINSIDER.COM — Tradisi tak pernah cuma soal kenangan masa lalu. Di Jatinom, Klaten, warisan budaya berusia empat abad lebih justru terbukti menjadi mesin penggerak ekonomi warga.

​Puncak Tradisi Grebeg Ageng Andum Apem Yaa Qawiyyu 2026 kembali menghentak. Lebih dari 50 ribu pengunjung menyemut di kawasan Jatinom, Jumat (31/7/2026).

​Pesta sebar apem ini bukan seremonial kosong. Rangkaian acaranya terbukti sukses memicu lonjakan pendapatan masif bagi para pelaku usaha mikro di daerah tersebut.

Baca Juga:Tren Nikah Syawal 2026 Meledak, Kemenag Jamin Layanan KUA Tetap 'Gaspol' Meski WFALebih dari Tradisi, Filosofi ‘Manunggal Winangun Caruban’ Jadi Ruh Rapor Emas Cirebon

​7 Ton Apem Laris Manis, Sektor Jasa Panen Omzet

​Selama sepekan perhelatan, roda ekonomi lokal berputar kencang. Tak kurang dari 6 hingga 7 ton kue apem habis diserbu pengunjung dan wisatawan.

​Saking tingginya permintaan, dapur pembuatan apem harus melibatkan rantai produksi lintas desa hingga wilayah tetangga.

​Dampak ekonominya langsung terasa nyata di lapangan:

– ​Pedagang Kaki Lima & Kuliner: Ketiban rezeki nomplok dari lonjakan konsumsi massa.

– ​Lapak Oleh-Oleh: Kebanjiran pesanan khas daerah sepanjang sepekan penuh.

-​ Sektor Jasa Warga: Kantong parkir dadakan, angkringan, hingga transportasi lokal panen untung besar.

​”Pemberdayaan sektor jasa hidup seketika. Mulai dari juru parkir, warung makan, hingga ojek lokal mendulang untung besar dari gelombang wisatawan,” ungkap Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto.

​Jejak Ulama Keturunan Brawijaya V

​Tradisi Yaa Qawiyyu punya akar sejarah yang sangat kuat. Ritual ini diwariskan oleh Kiai Ageng Gribig, atau Syekh Wasibagno Timur.

​Ulama besar ini dikenal gigih mensyiarkan Islam di tanah Jawa lewat pendekatan sosial yang lembut. Kiai Ageng Gribig sendiri merupakan garis keturunan langsung dari Raja Majapahit, Brawijaya V.

Baca Juga:Siswi SD Jatibarang Tembus Final Asian Talent 2026: Nyawa Tari Tradisional Pantura di Panggung AsiaCirebon Katon Festival 2025: Jurus Pemkab Cirebon Jaga Nilai Sakral Tradisi di Tengah Gempuran Komersialisasi

​Penyebaran penganan apem berbasis tepung beras menjadi strategi dakwah kultural yang cerdas pada zamannya. Metode ini merangkul semua kalangan tanpa sekat.

​Tahun ini, Grebeg Saparan mengusung tema “Ingaluhur Rinasa Trusthaning Gusti”. Pesan moralnya sangat menohok: setinggi apa pun jabatan dan ilmu manusia, semuanya wajib dilandasi rasa tawakal serta kerendahan hati.

​Sinergi Budaya dan Kesejahteraan Rakyat

​Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang juga bagian dari keluarga besar dzurriyah Kiai Ageng Gribig, mengapresiasi konsistensi warga Klaten menjaga warisan ini.

0 Komentar