Rangkaian acara sudah berdenyut sejak pertengahan Juli. Prosesinya panjang dan khidmat, dimulai dari ritual Ambuko Songsong Winadi, Semakan Al-Qur’an, Haul, hingga Kirab Gunungan Apem menuju Masjid Gedhe Jatinom.
”Kita berharap nilai-nilai yang diajarkan Kiai Ageng Gribig terus berlanjut. Terutama dalam mendorong ekonomi dan kebahagiaan warga. Sekali setahun kita guyub rukun menikmati apem,” tegas Airlangga di Jatinom.
Airlangga menekankan pentingnya merawat identitas bangsa di tengah gempuran era digital. Tradisi lokal terbukti mampu berdiri sejajar dengan penguatan ekonomi rakyat.
Baca Juga:Tren Nikah Syawal 2026 Meledak, Kemenag Jamin Layanan KUA Tetap 'Gaspol' Meski WFALebih dari Tradisi, Filosofi ‘Manunggal Winangun Caruban’ Jadi Ruh Rapor Emas Cirebon
”Setuju kalau tradisi ini kita pertahankan 400 tahun lagi? Ayo kita jaga bersama,” pungkasnya di hadapan puluhan ribu warga.(*)
