​Sawah Indramayu Terancam Puso, Kebijakan Irigasi Disentil, Lahan Pertamina Disasar Embung

DPRD-Kabupaten-Indramayu
Suasana rapat gabungan Komisi II dan Komisi IV DPRD Kabupaten Indramayu bersama instansi terkait untuk membahas solusi krisis air dan dampak kekeringan pada lahan pertanian. Foto: Istimewa/ Doc DPRD Kab Indramayu

– ​Sistem Gilir Giring Ketat: Penjadwalan air diatur presisi dan dikawal ketat demi mencegah “aksi jegal” di sepanjang saluran irigasi.

– ​Skala Prioritas Lahan: Pasokan air difokuskan penuh menyelamatkan sawah yang sudah terlanjur ditanami.

– ​Mobilisasi Pompa Irigasi: Penyediaan dan pemerataan bantuan pompa air langsung ke titik-titik paling kritis.

Baca Juga:Bukan Padamkan Api, Damkar Indramayu Pakai Selang Bertekanan Tinggi Selamatkan Sawah dari KekeringanAncaman Kekeringan 2026: Strategi Kementan Jaga Lumbung Pangan Jawa Barat Tetap Basah

– ​Gedor Bantuan Pusat: Mengawal proposal pembangunan Embung Cilalanang ke pemerintah pusat hingga terealisasi.

– ​Ekspansi Lahan Pertamina: Terobosan radikal memanfaatkan lahan kosong milik Pertamina untuk disulap menjadi embung raksasa.

​”Lahan kosong Pertamina punya potensi strategis. Kita butuh embung baru sebagai benteng pertahanan air jangka panjang,” tegas pimpinan rapat.

​Indramayu adalah penopang piring nasi nasional. Menyelamatkan pasokan air di Haurgeulis dan Lelea hari ini adalah kunci menjaga ketahanan pangan Indonesia besok.(*)

0 Komentar