Penyakit Terbesar Anak Muda Bukan Modal, Mentan Amran: Itu Rasa Gengsi!

Mentan-Andi-Amran-Sulaiman
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menerima cenderamata pada pembukaan Studentpreneur Bootcamp 2026 MCEBI di UMM Malang, Jumat (17/7/2026). Foto: Istimewa/ Doc Kementan 

CIREBONINSIDER.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melontarkan pesan menohok bagi generasi muda yang bercita-cita menjadi pengusaha. Sukses berbisnis tidak melulu soal meraup untung cepat, melainkan keberanian menghadapi kerugian dan keluar dari zona nyaman.

​Pesan tajam tersebut disampaikan Amran di hadapan ratusan mahasiswa dalam Studentpreneur Bootcamp 2026 yang digelar Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) di Malang, Jumat (17/7/2026).

​”Di kampus seluruh dunia, tidak ada pelajaran cara rugi. Semua hitungan di atas kertas terlihat indah. Padahal, guru terbaik bagi seorang pebisnis adalah lapangan dan pengalaman rugi,” ujar Amran membakar semangat peserta.

Baca Juga:Gedor Proyek Benih Rp9,95 T, Mentan Amran Gandeng KPK: Nakal Langsung Blacklist!Kerugian Petani Tembus Rp3,3 Triliun, Mentan Amran Cabut 2.231 Izin Distributor Pupuk Nakal!

​Bukan Sekadar Cangkul: Pertanian Kini Berbasis Drone

​Amran menegaskan, sektor pertanian hari ini bukan lagi pekerjaan konvensional yang identik dengan lumpur, kemiskinan, atau kerja fisik berat. Lewat modernisasi dan teknologi cerdas, agribisnis telah bertransformasi menjadi tambang emas baru yang sangat menjanjikan bagi milenial.

​Ia mencontohkan geliat nyata generasi muda di Papua yang sukses memodernisasi sektor pertanian. Didampingi Kementerian Pertanian, mereka tidak lagi mengandalkan cara-cara lama, melainkan mengoperasikan teknologi canggih seperti drone pertanian untuk pemupukan presisi hingga penggunaan mekanisasi modern.

​Hasilnya luar biasa. Proses kerja menjadi jauh lebih cepat, efisiensi meningkat drastis, dan pendapatan para petani muda tersebut melonjak tinggi dalam waktu relatif singkat.

​”Saya melihat sendiri bagaimana anak-anak muda mampu mengubah hidupnya melalui pertanian modern. Mereka berani belajar, memanfaatkan teknologi, dan menjadikan pertanian sebagai bisnis yang sangat menghasilkan,” tegasnya.

​Gengsi dan Takut Rugi Jadi Penghambat Utama

​Menurut Mentan, tembok terbesar yang sering menghalangi anak muda untuk maju bukanlah ketiadaan modal atau terbatasnya kesempatan, melainkan rasa gengsi dan takut gagal.

​Ia pun mengingatkan para kader Muhammadiyah agar memanfaatkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan integritas sebagai modal utama dalam membangun fondasi bisnis yang berkelanjutan.

​”Penyakit terbesar yang menghambat kesuksesan bukanlah kurangnya kesempatan, melainkan rasa gengsi. Jangan malu bekerja dari bawah selama itu halal dan bermanfaat. Bermimpilah setinggi mungkin, lalu wujudkan dengan kerja nyata. Rezeki harus dijemput dengan usaha,” tegas Amran.

0 Komentar