​Lawan Krisis Minyak Dunia, Indonesia Mulai Disuntik Hidrogen: Bus Fosil Disulap dan Koridor 194 Km Dibuka!

Menteri-ESDM-Bahlil-Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat membuka Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (21/7/2026). Foto: Istimewa/Doc ESDM

CIREBONINSIDER.COM — Geopolitik dunia kian tak menentu. Pasokan minyak mentah global dibayang-bayangi ketidakpastian. Menanggapi ancaman krisis energi ini, Indonesia mengambil langkah taktis: mempercepat transisi ke energi hidrogen ramah lingkungan.

​Bukan lagi sekadar wacana di atas kertas, langkah nyata ini ditandai dengan peluncuran dua proyek strategis pada helatan Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (21/7/2026).

​Pemerintah resmi mengenalkan Pilot Bus Hidrogen Diesel Dual Fuel (H2 DDF) serta memetakan Green Hydrogen Corridor sepanjang 194 kilometer yang membentang dari Jakarta, Karawang, hingga Pelabuhan Patimban.

Baca Juga:Ketuk Palu! Mandatori B50 Berlaku 1 Juli, Mesin Kendaraan Diesel Aman atau Malah Rentan?Bukan Lagi Bangsa Ramah yang Lemah, Indonesia Gebrak Peta Energi Dunia lewat 50 Pabrik Bioetanol

​Benteng Pertahanan Energi di Tengah Konflik Global

​Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, pengembangan hidrogen nasional merupakan tindak lanjut dari arahan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto demi mengunci swasembada energi.

​”Hidrogen adalah benteng pertahanan energi kita. Di tengah konflik global seperti di Timur Tengah, setiap negara wajib memproteksi pasokan energinya dengan memanfaatkan keunggulan komparatif masing-masing,” ujar Bahlil saat membuka acara.

​Bahlil mengakui, harga energi hidrogen saat ini memang belum sekompetitif bahan bakar fosil atau B50. Namun, konstelasi politik dunia diperkirakan akan membalikkan keadaan dalam waktu dekat.

​”Sengkarut perang membuat perburuan minyak baru makin sulit. Tidak lama lagi, harga hidrogen dipastikan jauh lebih murah dan kompetitif dibanding BBM fosil,” tegasnya optimis.

​Solusi Cerdas: Modifikasi Bus Diesel Lawas Tanpa Beli Baru

​Poin paling memikat dalam GHES 2026 adalah terobosan pada armada transportasi publik. Daripada membuang bus diesel yang ada dan membeli unit kendaraan listrik murni yang mahal, pemerintah memilih jalur retrofitting atau modifikasi mesin.

​Melalui sinergi Kementerian ESDM, PT PLN (Persero), Perum DAMRI, PT SUCOFINDO (Persero), dan PT Tritunggal Prakarsa Global, satu unit bus Hino bermesin 7.684 cc sukses disulap. Bus ini dipasangi 16 tabung hidrogen bertekanan tinggi agar mampu mengonsumsi campuran solar dan hidrogen sekaligus.

​Hasil pengujian independen oleh PT SUCOFINDO membuktikan efisiensi emisi yang luar biasa. Tingkat kepekatan asap atau opasitas bus berhasil dipangkas drastis hingga 57,66 persen.

0 Komentar