Tak hanya itu, emisi beracun karbon monoksida turun 45,45 persen, gas rumah kaca karbon dioksida berkurang 39,37 persen, dan nitrogen oksida menyusut 21,16 persen.
Direktur Utama PT SUCOFINDO Sandry Pasambuna memastikan, seluruh proses verifikasi dan pengujian teknis dilakukan secara ketat. Hal ini penting agar teknologi hidrogen dapat mengaspal dengan aman, andal, dan sesuai standar keselamatan internasional.
Proyek Raksasa Rp32 Triliun dan Listrik Murah di Sumba-Rote
Uji coba bus ini hanyalah awal dari peta jalan raksasa hidrogen nasional. Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengungkapkan, komitmen investasi yang masuk sudah bernilai fantastis.
Baca Juga:Ketuk Palu! Mandatori B50 Berlaku 1 Juli, Mesin Kendaraan Diesel Aman atau Malah Rentan?Bukan Lagi Bangsa Ramah yang Lemah, Indonesia Gebrak Peta Energi Dunia lewat 50 Pabrik Bioetanol
”Saat ini kami mengawal 93 inisiatif pengembangan ekosistem hidrogen di seluruh Indonesia dengan total nilai investasi mencapai Rp32 triliun,” terang Eniya.
Selain menyasar sektor transportasi dan industri manufaktur, hidrogen juga diplot untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel di kawasan terluar.
Di Sumba, proyek dedieselisasi hidrogen ditargetkan beroperasi komersial pada 2028. Sementara di Pulau Rote, kerja sama dengan PLN diproyeksikan sanggup memangkas biaya produksi listrik secara ekstrem—dari 1 dollar AS menjadi hanya 25 sen dollar AS per kilowatt hour (kWh).
Langkah terintegrasi dari hulu ke hilir ini membuktikan bahwa hidrogen bukan sekadar tren ramah lingkungan, melainkan mesin pertumbuhan ekonomi baru yang konkret untuk Indonesia.(*)
