Modernisasi atau Gulung Tikar: Desakan KTNA Jawa Barat
Tantangan pertanian modern juga disuarakan lantang oleh Wakil Ketua KTNA Nasional sekaligus Ketua KTNA Jawa Barat, Otong Wiranata. Pola bertani konvensional dinilai sudah tidak cukup lagi untuk menjawab kebutuhan perut nasional yang terus melonjak.
”Tantangan hari ini sangat kompleks. Kita butuh kolaborasi konkret untuk mendorong pertanian berbasis teknologi yang efisien dan bernilai tambah tinggi,” ungkap Otong.
Ia menekankan pentingnya adopsi teknologi secara masif, mulai dari mekanisasi alat mesin pertanian (alsintan) hingga penggunaan benih unggul yang adaptif terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Baca Juga:Mengurai Angka Rp13 M Insentif Guru Madrasah Indramayu: Terbesar di Jabar, Segini RiilnyaIroni di Balik Status Lumbung Padi, Petani Indramayu Terjerat ‘Guremisasi’ Lahan 0,4 Hektar
Apresiasi Nyata untuk Pahlawan Pangan
Sebagai bentuk dorongan moral, Pemkab Indramayu bersama Kepala DKPP Indramayu, Sugeng Heriyanto, mengguyur para insan pertanian dengan penghargaan dan stimulus nyata.
Apresiasi di lapangan langsung terasa ketika petani berprestasi membawa pulang unit sepeda listrik untuk menunjang mobilitas mereka. Di saat yang sama, komitmen mekanisasi ditunjukkan lewat penyerahan armada kendaraan roda tiga guna memotong rantai distribusi hasil panen, yang diperkuat dengan pembagian bantuan benih unggul gratis serta pupuk kepada sejumlah Kelompok Tani (Poktan).
Langkah taktis ini menjadi bahan bakar baru bagi para petani Indramayu untuk terus berproduksi, menjaga ketahanan pangan nasional, sekaligus menaikkan kelas kesejahteraan mereka dari sawah hingga ke pasar global.(*)
