CIREBONINSIDER.COM – Sektor pendidikan keagamaan non-formal di Kabupaten Indramayu mendadak jadi sorotan regional. Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim menggelontorkan dana hibah fantastis senilai Rp13 miliar yang dialokasikan khusus untuk peningkatan kesejahteraan 3.611 guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT).
Anggaran ini diklaim menjadi stimulus fiskal terbesar untuk Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) di Jawa Barat, bahkan berpotensi melampaui wilayah tetangga di Jawa Tengah. Namun, di balik angka makro yang masif tersebut, bagaimana realitas kesejahteraan yang menyentuh dompet para garda depan pendidik karakter anak-anak Indramayu ini?
Formula Kesejahteraan: Rp10 Ribu Per Hari untuk Pendidik Karakter
Jika dibedah secara struktural, dana hibah senilai Rp13 miliar dari APBD tersebut didistribusikan secara kluster kepada para guru MDT non-ASN. Ketua Dewan Pengurus Cabang FKDT sekaligus Ketua Baznas Kabupaten Indramayu, Dr. H. Aspuri, S.Ag., M.Pd.I., mengonfirmasi bahwa setiap guru yang memenuhi syarat mendapatkan tunjangan sebesar Rp300.000 per bulan.
Baca Juga:Lawan Stagnasi, Lakpesdam NU Cirebon Luncurkan Madrasah Organisasi untuk Arsitek Abad KeduaDPR Beri Deadline Kemenag 2 Minggu: Tuntaskan Status PPPK 630 Ribu Guru Madrasah!
”Penerima uang tunjangan dari hibah ini sebanyak 3.611 guru madrasah. Sementara bagi yang tidak mendapatkan, dikarenakan statusnya sudah ASN,” jelas Aspuri di sela-sela pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Indramayu di Alun-Alun Indramayu.
Secara matematika sosial, nominal Rp300.000 per bulan tersebut setara dengan Rp10.000 per hari. Sebuah angka yang jika dilihat dari kacamata pemenuhan kebutuhan pokok harian tentu masih jauh dari kata ideal untuk mengukur kelayakan hidup.
Meski demikian, di tengah minimnya perhatian daerah lain terhadap nasib guru honorer madrasah, kebijakan fiskal Indramayu ini dinilai sebagai lompatan besar sekaligus oase bagi ekosistem pendidikan non-formal.
Saat ini, tercatat ada lebih dari 992 lembaga MDT yang tersebar di seluruh pelosok Indramayu yang menggantungkan napas pendidikannya pada insentif daerah seperti ini.
Rekor Regional yang Memantik Diskusi Kesejahteraan
Wakil Sekjen DPP FKDT, Akhmad Sururi, mengapresiasi keberanian politik anggaran Pemkab Indramayu. Menurut catatannya, rata-rata alokasi hibah daerah untuk FKDT di tingkat kota atau kabupaten lain di Jawa Barat biasanya mandek di angka kisaran Rp10 miliar.
