”Kabupaten Indramayu berani menembus Rp13 miliar. Ini bukti nyata komitmen kepala daerah untuk tidak sekadar menuntut mutu pendidikan keagamaan, tapi juga memperhatikan dapur para gurunya,” tegas Sururi.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Indramayu, Dra. Iin Indrayati, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Lucky Hakim, menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi jangka panjang untuk memperkuat Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pemkab menyadari, kegiatan belajar mengajar di ratusan MDT se-Indramayu tidak boleh berjalan monoton dan kehilangan daya pikat.
”Bupati berkomitmen kuat. Motivasi secara berkala dan stimulus finansial ini diharapkan menjaga api semangat para guru agar proses transfer nilai-nilai keagamaan kepada santri tetap berkah, berenergi, dan berkualitas,” ujar Iin.
Baca Juga:Lawan Stagnasi, Lakpesdam NU Cirebon Luncurkan Madrasah Organisasi untuk Arsitek Abad KeduaDPR Beri Deadline Kemenag 2 Minggu: Tuntaskan Status PPPK 630 Ribu Guru Madrasah!
Jaga Benteng Moral Generasi Muda Indramayu
Apresiasi senada juga datang dari otoritas vertikal. Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat melalui Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), H. Ahmad Syukri, SS., mengingatkan kembali vitalnya posisi MDT. Madrasah diniyah adalah benteng pertama penanaman akhlak dan keimanan anak-anak di era digital yang kian menantang.
”Guru madrasah itu memikul tanggung jawab moral yang berat dalam mencerdaskan santri dan membentuk generasi Islami. Adanya perhatian dari APBD Indramayu ini harus menjadi energi baru agar mutu pengajaran naik kelas,” tutur Ahmad Syukri.
Kebijakan insentif Rp13 miliar ini memang menjadi preseden baik bagi tata kelola anggaran daerah yang berpihak pada pendidikan agama. Tantangan berikutnya bagi Pemkab Indramayu adalah memastikan akurasi data sirkulasi bantuan ini tetap tepat sasaran, bebas pungutan, serta terus mengupayakan skema peningkatan insentif secara bertahap pada tahun-tahun anggaran mendatang demi kesejahteraan yang lebih nyata.(*)
