Pemkab Indramayu Kejar Proyek Beton hingga Sekolah Rakyat Megah Rp236 Miliar

Dprd-Kabupaten-Indramayu
Suasana Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Indramayu agenda Jawaban Eksekutif atas Pemandangan Umum Fraksi terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025. Foto: Istimewa/Doc DPRD Kab Indramayu

​Akselerasi Infrastruktur Jalan: Era Hotmix Bergeser ke Beton

​Masalah klasik yang selalu menjadi perhatian publik Indramayu adalah ketahanan infrastruktur jalan. Melalui pemandangan umum Fraksi Partai Gerindra, legislatif kembali menagih komitmen pemerataan akses jalan yang layak di tingkat kabupaten maupun desa.

​Ahmad Syadali menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus bergerak melakukan perbaikan secara bertahap dengan meningkatkan spesifikasi teknis jalan. Mengingat masih banyak ruas jalan kabupaten maupun jalan desa yang perlu ditangani, pemerintah akan terus mendorong peningkatan kualitas jalan dari konstruksi hotmix menjadi beton secara bertahap dan berkelanjutan.

Pilihan aspal beton (rigid pavement) ini diambil demi memastikan usia pakai jalan lebih panjang dan tahan terhadap beban logistik serta cuaca ekstrem.

Baca Juga:Potret Rutilahu Sukra: Respons Taktis Bupati Indramayu dan BAZNAS Potong Birokrasi KemiskinanBukan Panggung Sandiwara! Bupati Lucky Hakim Beri Warning Keras di Akreditasi RSUD Indramayu

​Visi Indramayu REANG: Sekolah Rakyat Megah dan Riset Ketenagakerjaan ITB

​Di balik pengetatan anggaran, Pemkab Indramayu tetap menaruh perhatian besar pada megaproyek yang berdampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga.

Menanggapi dorongan dari Fraksi PKS-Perindo dan Fraksi Demokrat-NasDem, pemerintah memaparkan progres strategis pengembangan kawasan industri dan penguatan sektor pendidikan pengetasan kemiskinan.

​Saat ini, Indramayu tengah bersiap menghadapi lompatan industri. Agar masyarakat lokal tidak sekadar menjadi penonton, eksekutif sedang mematangkan kajian ketenagakerjaan komprehensif yang digarap bersama Institut Teknologi Bandung (ITB). Langkah ini dirancang untuk memetakan kebutuhan riil dunia kerja di kawasan peruntukan industri baru.

​Tak hanya itu, komitmen pemerataan pendidikan formal diperkuat dengan hadirnya Sekolah Rakyat Indramayu di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi. Megaproyek senilai Rp236 miliar yang disokong oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tersebut kini progres konstruksinya telah menembus angka 80 persen.

Berdiri di tengah asrinya kawasan hutan jati dekat Gerbang Tol Cikedung, sekolah terpadu ini dilengkapi asrama, rusun guru, hingga lapangan sepak bola berstandar FIFA, dan ditargetkan rampung menjelang akhir Agustus 2026 sebagai lokomotif penyelamat anak putus sekolah.

​”Kami terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan kawasan peruntukan industri, kajian ketenagakerjaan bersama ITB, serta pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indramayu REANG yang maju dan sejahtera,” urai Ahmad Syadali optimis.

0 Komentar