Sebanyak 32 peserta terpilih kini tengah ditempa di dua titik strategis, yakni Balai Kota Cirebon dan Taman Belajar Cikalong.
Mereka dikerucutkan ke dalam dua kelas dengan permintaan pasar tertinggi saat ini: kelas digital marketing untuk penguasaan pasar digital, dan kelas teknisi ponsel untuk keahlian teknis terapan. Seluruh peserta nantinya wajib melewati uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikasi resmi.
Kolaborasi Inklusif Menembus Pasar Industri
Keunggulan dari program ketenagakerjaan kali ini terletak pada ekosistemnya yang inklusif. Pemerintah Kota Cirebon tidak berjalan sendirian di menara gading. Mereka mengunci sinergi erat dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Forum HRD, serta jejaring Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
Baca Juga:Terobosan Disnakertrans Garut: Job Fair Online Jadi Andalan Turunkan Angka PengangguranJob Fair Disnakertrans Kabupaten Kuningan Sediakan 6.000 Loker di 40 Perusahaan Berbagai Sektor
Sinergi lintas sektor ini memastikan bahwa kurikulum pelatihan vokasi yang diberikan di lapangan benar-benar klop dan seirama dengan kebutuhan riil pabrik serta perkantoran saat ini.
Di usianya yang menginjak 599 tahun, Cirebon sedang mengirimkan pesan kuat: bahwa transformasi pelayanan publik berbasis digital bukan lagi sekadar opsi, melainkan fondasi utama untuk membangun ketahanan ekonomi daerah yang mandiri dan berdaya saing global.(*)
