Dobrak Stigma Kumuh, Sungai Sukalila Cirebon Disulap Jadi Oasis 'Antibau' Modern Akhir 2026

Wali-Kota-Cirebon-Effendi-Edo
Wali Kota Cirebon Effendi Edo bersama tim BBWS Cimanuk Cisanggarung dan unsur terkait saat meninjau langsung progres pembangunan tanggul dan penataan kawasan Sungai Sukalila, Kota Cirebon. Foto: Istimewa/ Doc. Pemkot Cirebon

​Pihak Pemkot menjamin pelayanan pengangkutan sampah masyarakat tetap berjalan normal tanpa henti selama proses transisi lokasi baru. Langkah taktis ini diambil demi menghilangkan kesan kumuh di wajah depan kawasan wisata air tanpa merugikan mobilitas harian warga.

​Tiga Fase Konstruksi: Dari Tanggul Kokoh hingga Jalur ‘Amfibi’

​Membongkar detail teknis di lapangan, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA) BBWS Cimanuk Cisanggarung, Hendra Kurniawan, menjelaskan bahwa proyek ini menggunakan strategi pembangunan bertahap yang sangat terstruktur.

​Pekerjaan dimulai dari fase fondasi bawah, di mana fokus saat ini adalah merampungkan pembangunan tanggul kokoh di sepanjang sisi kanan dan kiri Sungai Sukalila hingga Kali Baru.

Baca Juga:Pembongkaran Jembatan Kereta Api di Sukalila: Antara Ambisi Normalisasi Sungai dan "Penghapusan" Jejak SejarahBukan Sekadar Normalisasi, Kota Cirebon Incar Ikon Wisata 'Lebak Sukalila'

Setelah struktur bawah ini rampung, proyek akan langsung melompat ke fase estetika atas dengan membangun pedestrian, jogging track, trotoar, dan pagar pengaman. Sebagai sentuhan akhir, fase fasilitas akan melengkapi kawasan dengan lampu penerangan tematik serta penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

​Menariknya, estetika baru Sukalila tidak akan mengorbankan fungsi ekologis utamanya sebagai pengendali banjir. Meskipun dalam sepuluh tahun terakhir wilayah ini relatif aman dari luapan rob besar, BBWS tetap mengantisipasi pemeliharaan jangka panjang.

​Desain pedestrian sengaja dirancang ramah infrastruktur, menyediakan akses khusus yang cukup luas agar ekskavator maupun alat amfibi tetap dapat masuk sewaktu-waktu untuk melakukan pengerukan berkala.

Dengan strategi ini, keelokan taman di atasnya tidak akan rusak ketika alat berat harus turun merawat nadi sungai Kota Cirebon.(*)

0 Komentar