Lebih dari Tradisi, Filosofi ‘Manunggal Winangun Caruban’ Jadi Ruh Rapor Emas Cirebon

Pembacaan-Babad-Cirebon-2026
Prosesi Pembacaan Babad Cirebon 2026 di Kesultanan Kanoman dihadiri Sekda Kota Cirebon Iing Daiman dan keluarga keraton. Foto: Istimewa/ Doc. Pemkot Cirebon

​Konversi Filosofi: Berondongan Rapor Emas di Tahun 2026

​Tajamnya interpretasi filosofis “Manunggal Winangun Caruban” terbukti bukan sekadar komoditas retorika politik birokrasi. Sinergi tanpa sekat lintas sektor sukses mengonversi berbagai tantangan makro-ekonomi daerah menjadi sederet prestasi konkret berskala regional hingga nasional sepanjang tahun anggaran berjalan:

– ​Terbaik I Pengendalian Inflasi Daerah (Regional Jawa-Bali): Bukti rigidnya pengawasan rantai pasok pangan, stabilitas harga pokok, dan efektivitas koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di pasar-pasar tradisional.

– ​Deca-Trick Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian): Keberhasilan mempertahankan Opini WTP dari BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat atas LKPD Tahun 2025. Ini menandai pencapaian impresif 10 kali berturut-turut dalam hal transparansi akuntansi keuangan tanpa cela.

Baca Juga:Hari Jadi Ke-598, Wali Kota Cirebon Apresiasi Keraton Kanoman Gelar Pembacaan Babad Cirebon​Dilema Disdukcapil Kota Cirebon, Inovasi Akta Anak Nikah Siri Terganjal Krisis Anggaran 2026

– ​Penghargaan Capaian Rumah Data Kependudukan Paripurna: Akurasi dan integrasi data makro kependudukan berbasis kelurahan, menjadi fondasi penyusunan kebijakan bantuan sosial yang tepat sasaran.

– ​Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026: Jaminan akses kesehatan semesta yang kian merata, cepat, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan warga Kota Wali tanpa diskriminasi fasilitas.

​Puncak dari akumulasi kerja bersama tersebut mengantarkan Kota Cirebon menyabet predikat bergengsi sebagai Terbaik Pertama dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 untuk Regional Jawa dan Bali.

​Merawat Jangkar Sejarah di Tengah Deru Urbanisasi

​Kendati laporan pembangunan tahun ini didominasi oleh angka digitalisasi data, kurva inflasi, dan tata kelola keuangan modern, Cirebon menolak melupakan akarnya.

Di Kesultanan Kanoman Cirebon, ritual Pembacaan Babad Cirebon tetap berdiri kokoh sebagai jangkar etis masyarakat setempat. Catatan sejarah tersebut memuat nilai dasar, budi pekerti, serta kepemimpinan yang mengutamakan kemaslahatan publik di atas segalanya.

​Sekretaris Daerah Jawa Barat, Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si., yang hadir memberikan arahan strategis, ikut menggarisbawahi pentingnya harmoni ini. Arus transformasi sosial dan penetrasi budaya digital yang melesat cepat dinilai berpotensi mengikis cara pandang generasi muda apabila tidak diimbangi oleh pemahaman sejarah yang mendalam.

​Oleh sebab itu, transfer nilai luhur dari Babad Cirebon kepada Generasi Z dan Alpha tidak lagi bisa dilakukan menggunakan metode indoktrinasi usang yang kaku.

0 Komentar