Rob Jadi Tantangan Nyata Ekosistem Pendidikan di Losari Cirebon

Refleksi-Daerah-Mitra-INOVASI
Suasana Pertemuan Refleksi Daerah Mitra INOVASI di Hotel Patra Cirebon (3–4/6/2026), yang menjadi panggung krusial bagi Pemkab Cirebon dan para peneliti untuk merumuskan solusi konkret bagi sekolah-sekolah pesisir yang terancam banjir rob. Foto: Humas Pemkab Cirebon

Saat ombak terlalu tinggi untuk melaut, anak-anak sering kali terpaksa absen demi membantu dapur keluarga tetap mengepul.

​Kepala SDN Ambulu 3, Syaotun, membenarkan kompleksitas situasi tersebut. Namun, pihak sekolah menolak untuk pasrah pada keadaan.

​”Kami memang menghadapi tantangan berat akibat kondisi lingkungan pesisir. Tapi dengan adanya kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan peneliti, kami optimistis bisa melahirkan langkah mitigasi yang lebih terencana dan berkelanjutan,” tutur Syaotun.

Baca Juga:Episentrum Medis Ciayumajakuning: PMI Kota Cirebon Fokus Digitalisasi Stok Darah dan Mitigasi RobPurbaya Lantik Robert Leonard Marbun Jadi Sekjen Kemenkeu, Misi 'Orkestrator' APBN di Tengah Gejolak Global

​Menagih Komitmen “Semua Anak Harus Sekolah”

​Kondisi riil di pesisir Losari ini menjadi ujian langsung bagi visi makro Pemerintah Kabupaten Cirebon. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Cirebon, Dangi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan instruksi langsung dari Bupati Cirebon yang sarat akan beban moral.

​“Pesan Bupati sangat sederhana, bagaimana caranya agar semua anak di Kabupaten Cirebon bisa bersekolah. Jangan sampai ada anak yang tidak sekolah. Sederhana, tetapi membutuhkan kerja keras kita semua,” tegas Dangi saat membuka forum refleksi program periode 2025–2026 tersebut.

​Dangi juga mengapresiasi kemitraan dengan program INOVASI—sebuah bentuk kolaborasi pendidikan antara Australia dan Indonesia—yang diharapkan mampu mengafirmasi daerah-daerah di Jawa Barat yang masih membutuhkan penguatan kualitas pembelajaran dasar seperti literasi dan numerasi.

​Menjawab tantangan tersebut, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kabupaten Cirebon, Eva Musyaerofah, memastikan bahwa Pemkab Cirebon tidak akan menggunakan formula kebijakan yang seragam untuk semua wilayah. Penanganan kluster pesisir harus menggunakan intervensi khusus berbasis data lapangan (evidence-based policy).

​”Kami terus mendorong kebijakan yang berbasis data aktual, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak nelayan di pesisir,” ungkap Eva.

​Tiga Strategi Adaptasi Pendidikan untuk Wilayah Pesisir

​Mengingat urgensi situasi yang ada, forum diskusi lintas sektor ini merumuskan sejumlah rekomendasi kebijakan yang bersifat radikal dan adaptif. Pola pendidikan di wilayah zona merah bencana iklim tidak bisa lagi disamakan dengan wilayah daratan urban.

​Terdapat tiga poin rekomendasi strategis yang diusulkan untuk menyusun arah program tahun 2026–2027:

0 Komentar