Episentrum Medis Ciayumajakuning: PMI Kota Cirebon Fokus Digitalisasi Stok Darah dan Mitigasi Rob

Wali-Kota-Cirebon-Effendi-Edo
Wali Kota Effendi Edo memberikan sambutan pada prosesi pelantikan Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Kota Cirebon periode 2026–2031 di Aula Balai Kota Cirebon. Foto: Humas Pemkot Cirebon

CIREBONINSIDER.COM – Tantangan ketahanan kesehatan publik dan mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) memasuki fase krusial. Merespons dinamika tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cirebon resmi mengonsolidasikan kekuatan baru untuk masa bakti lima tahun ke depan.

​Dokter spesialis jantung terkemuka, dr. Edial Sanif, Sp.JP, FIHA, kembali dipercaya menakhodai korps kemanusiaan ini. Prosesi Pelantikan Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Kota Cirebon Masa Bakti 2026–2031 dipimpin langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, di Aula Balai Kota Cirebon, Rabu (3/6/2026).

​Langkah taktis kepengurusan periode ini dipastikan bergeser secara agresif: dari sekadar kerja reaktif, kini bertumpu pada modernisasi Unit Donor Darah (UDD) serta penguatan mitigasi bencana berbasis komunitas di kawasan pesisir.

Baca Juga:Efendi Edo Semprot Disdukcapil: Tak Boleh Ada Lagi Warga Cirebon Keluh Birokrasi Berbelit!Kota Cirebon Darurat Keselamatan: 40% Armada Damkar Rusak, Petugas Dipaksa Menantang Maut Tanpa APD Layak

​Penyangga Logistik Medis Regional

​Dalam arahannya, Pj Wali Kota Cirebon Effendi Edo menegaskan bahwa peran strategis PMI Kota Cirebon tidak boleh mandek di batas administrasi kota saja.

Mengingat posisi geografis dan kelengkapan fasilitas medis yang dimiliki, daerah-daerah tetangga di Ciayumajakuning sangat bergantung pada stabilitas pasokan darah dari Kota Cirebon.

​”Ketersediaan darah yang aman, steril, dan cukup adalah kebutuhan medis yang sama sekali tidak bisa ditunda. PMI Kota Cirebon adalah tulang punggung penyangga kebutuhan klinis regional,” ujar Effendi Edo di hadapan jajaran pengurus dan Sekretaris Daerah, Iing Daiman.

​Effendi Edo mendesak manajemen baru di bawah komando dr. Edial Sanif untuk segera melakukan akselerasi nyata pada tiga pilar utama:

– ​Transparansi Digital: Membuka sistem informasi stok darah secara real-time yang dapat diakses publik dengan cepat guna memangkas birokrasi darurat medis.

– ​Modernisasi Infrastruktur UDD: Memperbarui standardisasi alat penyimpanan darah serta mengoptimalkan pengolahan komponen darah.

– ​Ekspansi Donor Aktif: Memperluas jaringan donor darah sukarela (DDS) menyasar generasi muda, korporasi, dan komunitas lokal demi menjaga stabilitas pasokan harian.

Baca Juga:Sinergi BJB – Pemkab Cirebon: Ambulans Transfusi Darah Pertama di RSUD WaledStafsus Menteri Kebudayaan Perkuat Ekosistem Sastra Indonesia dari Komunitas hingga Industri Perbukuan Dunia

​Alarm Hidrometeorologi dan Respons 24 Jam

​Selain urusan logistik darah, bayang-bayang perubahan iklim ekstrem di wilayah pesisir Cirebon seperti ancaman banjir rob dan cuaca ekstrem menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

0 Komentar