Investasi Jabar 2025 Tembus Rp296 T, Komisi III DPRD Warning Ketimpangan Jalur Selatan dan Utara

Komisi-III-DPRD-Jawa-Barat
Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat Jajang Rohana sedang memberikan keterangan menggunakan mikrofon terkait evaluasi target investasi Jabar 2026. Foto: Humas DPRD Jabar

​Pertumbuhan masif di utara ini berbanding terbalik dengan wilayah Jabar Selatan yang memiliki karakteristik geografis berbeda, namun menyimpan potensi ekonomi yang tak kalah besar jika dikelola dengan tepat.

​Strategi Menghidupkan Jabar Selatan: Fokus Jasa dan Pariwisata

​DPRD Jabar menilai, memaksakan industri manufaktur berat ke wilayah Jabar Selatan adalah langkah yang kurang tepat. Solusi berimbang yang ditawarkan adalah diversifikasi sektor investasi berdasarkan keunggulan komparatif masing-masing wilayah.

– ​Kawasan Utara & Metropolitan Rebana: Dioptimalkan sebagai hub industri berat, logistik, manufaktur, dan ketahanan pangan berbasis teknologi tinggi.

Baca Juga:Sasar Investasi Raksasa, Kemenkeu-Pemkab Cirebon ‘Lelang’ 82 Hektar Lahan Strategis CipernaTertibkan Pertek Penghambat, Presiden Prabowo Kawal Ambisi Investasi Rp13.000 Triliun

– ​Kawasan Jabar Selatan: Didorong untuk menarik investasi di sektor industri jasa, pariwisata ekologis (ecotourism), agroindustri, dan sektor perikanan maritim.

​“Dengan infrastruktur yang memadai, wilayah Jawa Barat selatan bisa dimaksimalkan untuk sektor jasa dan pariwisata, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi,” tambah Jajang.

​Respons Pemprov Jabar: Digitalisasi Birokrasi dan Konektivitas Jalan

​Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Bappeda serta dinas terkait terus melakukan langkah konkret guna menjaga iklim usaha tetap kondusif dan berkelanjutan melalui dua strategi utama:

– ​Akselerasi Perizinan Elektronik: Mengoptimalkan layanan perizinan terpadu berbasis elektronik guna memangkas birokrasi yang berbelit, mempercepat proses investasi, dan menjamin kepastian hukum bagi investor.

– ​Penguatan Konektivitas Antarwilayah: Menggenjot pembangunan infrastruktur jalan tol dan akses logistik untuk menurunkan biaya operasional logistik sekaligus membuka isolasi wilayah di Jabar Selatan.

​Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas bukan sekadar tentang seberapa besar modal yang berhasil dibukukan dalam angka statistik, melainkan seberapa merata dampak kesejahteraan tersebut dirasakan oleh seluruh warga Jawa Barat, dari pesisir Utara hingga beranda Selatan.(*)

0 Komentar