“Koperasi nantinya akan menyediakan kebutuhan sembako, termasuk barang subsidi. Lebih dari itu, tempat ini akan menjadi off-taker atau penampung hasil pertanian dan peternakan masyarakat sesuai potensi wilayah masing-masing,” urai Letkol Arm. Tulus Widodo.
Mengapa Desa Kenanga? Jiwa Ekonomi Gotong Royong Pasal 33
Pemilihan KDKMP Desa Kenanga sebagai titik pusat peluncuran di Indramayu dinilai sangat cerdas dan strategis. Desa ini adalah jantung industri krupuk Indramayu. Fluktuasi harga tepung, minyak goreng, dan gas seringkali menjadi momok utama yang membuat para pelaku usaha mikro gulung tikar.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyatakan kebahagiaannya karena Indramayu langsung terintegrasi dalam ekosistem logistik nasional yang kuat ini.
Baca Juga:Satu Solusi Gebuk Bank Emok: KDMP Bakal Jadi Penyelamat Ekonomi Warga Kapetakan hingga Mundu?Kemenkop Siapkan Rp16 Triliun untuk KDMP, Minta Segera Susun Proposal Matang
“Hari ini kami merasa bahagia karena Indramayu menjadi bagian dari program besar nasional ini. Tentu semua ini tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak yang bekerja maksimal di lapangan,” ujar Lucky Hakim optimis.
Langkah taktis ini sejalan dengan apa yang ditegaskan Menko Pangan Zulkifli Hasan. KDKMP merupakan instrumen negara untuk mengembalikan marwah Pasal 33 UUD 1945.
Koperasi bukan sekadar tempat belanja, melainkan sarana pemberdayaan ekonomi rakyat agar berdaulat di tanah sendiri.
Modern dan Digital: Didukung Gudang Mandiri hingga Armada Distribusi
Bukan sekadar warung desa konvensional, 1.061 KDKMP yang diresmikan ini sudah mengadopsi standarisasi manajemen modern.
Untuk memastikan pelayanan prima dan harga yang tetap kompetitif di bawah harga pasar, setiap unit koperasi dilengkapi dengan fasilitas penunjang super lengkap:
– Tenaga Kerja Lokal: Menyerap pemuda-pemudi desa setempat untuk menggerakkan roda ekonomi internal.
– Fasilitas Gudang Mandiri: Menjamin stok sembako tetap aman dan stabil dari spekulasi pasar.
Baca Juga:Koperasi Merah Putih Mulai Operasional, Ambisi Besar Putus Rantai Mafia Pangan dari DesaLawan Rantai Distribusi Mahal, Menkop Ferry Orbitkan Koperasi Desa Merah Putih lewat Mentor Pesantren
– Sistem Operasional Digital: Pencatatan stok barang dan arus keuangan yang transparan berbasis teknologi.
– Armada Distribusi: Mempercepat mobilitas pasokan barang hingga langsung ke tangan masyarakat desa.
Dengan target nasional mencapai 20 ribu koperasi aktif pada Agustus mendatang, lompatan ekonomi dari Indramayu ini diharapkan menjadi bukti nyata: bahwa kedaulatan pangan Indonesia memang harus dimulai dari kedaulatan desanya.(*)
