– Ketahanan Pangan Berkelanjutan: Sinergi strategis antara raksasa BUMN PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan Nedra Nezhin untuk mengamankan pasokan bahan baku pupuk nasional.
– Modernisasi Sektor Agrikultur: Kerja sama PT Indonesia Belarus Jaya dengan OJSC Dolomite yang berfokus pada penyediaan komoditas pertanian dan pembenahan lahan kritis.
– Ketahanan Pangan Sektor Industri Susu: Penetrasi PT Indonesia Belarus Jaya bersama OJSC Minsk Dairy Plant No. 1 untuk memperkuat industri pengolahan susu dan produk turunannya.
Baca Juga:Tak Cuma Modal, Menko Airlangga: UMKM Harus "Melek Risiko" Digital demi Kesejahteraan NyataEkonomi Indonesia Kebal Guncangan? Strategi 'Shock Absorber' Prabowo-Airlangga di Tengah Perang AS-Israel-Iran
– Infrastruktur & Energi: Kolaborasi taktis PT Indonesia Belarus Jaya dengan Energi Complekt guna menggarap proyek-proyek vital di sektor energi.
– Akselerasi Logistik Global: Kemitraan PT Indonesia Belarus Jaya dengan Belindo Trade yang dirancang untuk memperlancar konektivitas dan jalur distribusi perdagangan di kawasan Eurasia.
”Kesepahaman yang telah dicapai dalam SKB ini harus segera diterjemahkan menjadi langkah konkret. Harus ada dampak langsung bagi peningkatan ekonomi yang dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat kedua negara,” tegas Menko Airlangga Hartarto di sela-sela pertemuan di Minsk.
Mematangkan Roadmap 2026–2030 dan Pembukaan KBRI Minsk
Selain membahas penguatan ekonomi makro, pertemuan tatap muka antara Menko Airlangga dengan Perdana Menteri Belarus Alexander Turchin melahirkan kepastian diplomatik penting.
Kedua negara saat ini tengah merampungkan draf final Roadmap of Developing Key Areas of Cooperation between Belarus and Indonesia for 2026–2030.
Roadmap lima tahunan ini diproyeksikan menjadi deliverable utama saat Presiden Belarus Alexander Lukashenko melakukan kunjungan kenegaraan resmi ke Indonesia pada awal Juli 2026 mendatang.
Guna mempermudah penetrasi bisnis pasca-ratifikasi I-EAEU FTA, PM Alexander Turchin juga menegaskan komitmen penuh pemerintahannya untuk mendukung pembukaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) secara penuh di Minsk, yang bakal diiringi dengan pembentukan Dewan Bisnis Indonesia-Belarus.
Baca Juga:Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11%: Menko Airlangga Ungkap Resep 'Resiliensi' di Forum ABAC 2026Sri Mulyani Muncul di Rapat Kabinet, Airlangga Sebut Kabar Pengunduran Diri Itu Tidak Benar
Incar Pasar EAEU Melalui Jalur Hijau
Melalui payung hukum I-EAEU FTA yang telah diteken di St. Petersburg pada 21 Desember 2025, komoditas unggulan Indonesia kini memiliki jalur hijau untuk bersaing di pasar Eurasia Timur.
Pemerintah Indonesia mendorong skema kerja sama yang tidak sekadar berbasis jual-beli (trading), melainkan berorientasi jangka panjang melalui tiga pilar:
