CIREBONINSIDER.COM– Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai menggeser paradigma pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Tidak lagi sekadar mengejar angka inklusi atau penyaluran modal, fokus kini ditekankan pada literasi risiko dan perlindungan ekosistem digital guna memastikan kesejahteraan jangka panjang bagi para pelaku usaha.
Dalam agenda Diseminasi Program Mastercard Strive Indonesia di Jakarta, Senin (4/05), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa tantangan UMKM saat ini telah memasuki fase baru.
Baca Juga:Ekonomi Indonesia Kebal Guncangan? Strategi 'Shock Absorber' Prabowo-Airlangga di Tengah Perang AS-Israel-IranEkonomi Indonesia Tumbuh 5,11%: Menko Airlangga Ungkap Resep 'Resiliensi' di Forum ABAC 2026
Melampaui Inklusi: Literasi sebagai Perisai
Airlangga mengungkapkan, setelah berdiskusi dengan Ratu Maxima dari Belanda dan Presiden Prabowo, disepakati bahwa keberhasilan pemberdayaan ekonomi tidak boleh berhenti di akses perbankan semata.
”Pelajaran berharganya bukan hanya finansial inklusif. Kita sudah bergerak menuju kesejahteraan masyarakat. Artinya, pelaku UMKM harus memiliki pengetahuan dan mereka tahu risikonya,” ujar Airlangga.
Pernyataan ini menjadi sinyal krusial bagi daerah dengan basis UMKM besar seperti wilayah Cirebon dan sekitarnya. Di tengah gempuran digitalisasi, pelaku usaha lokal seringkali hanya didorong untuk menggunakan dompet digital atau pinjaman online, namun kerap abai terhadap risiko keamanan siber dan tata kelola utang yang sehat.
Target Fantastis KUR 2026 dan Sektor Prioritas
Untuk mendukung transisi ini, Pemerintah tidak main-main dalam urusan “bensin” ekonomi. Target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun ini dipatok sebesar Rp279 triliun.
Namun, skema pembiayaan kini dibuat lebih tajam dan terarah pada sektor-sektor yang menyentuh hajat hidup orang banyak, seperti:
– Industri Padat Karya: Untuk menekan angka pengangguran.- Pertanian dan Pangan: Mendukung kemandirian pangan nasional.- Ekosistem Ultra Mikro: Menjangkau pedagang kecil yang selama ini tak tersentuh bank.
Mengejar Ketertinggalan dari Tetangga
Menko Airlangga juga menyoroti fakta bahwa rasio pembiayaan UMKM Indonesia masih tertinggal dibanding negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia.
Baca Juga:Sri Mulyani Muncul di Rapat Kabinet, Airlangga Sebut Kabar Pengunduran Diri Itu Tidak BenarStrategi ‘Kunci Hati’ Pelanggan, Rahasia UMKM Tetap Cuan di Tengah Kepungan Raksasa Ritel
Guna mengejar level dua digit, Pemerintah mendorong kolaborasi sektor publik-swasta, sebagaimana suksesnya program Strive Indonesia yang berhasil menjangkau 550.000 pelaku usaha—melampaui target awal 350.000.
”Saya ingin hasil ini diimplementasikan pada fase kedua. Pemerintah terus mendorong, atas arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, untuk mewujudkan Asta Cita melalui pembiayaan UMKM yang berkelanjutan,” pungkasnya.
