CIREBONINSIDER.COM – Persib Bandung sukses menegaskan statusnya sebagai penguasa tunggal singgasana Super League 2025/2026.
Bertanding di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (4/5/2026), Maung Bandung berhasil mengamankan kemenangan krusial 1-0 atas PSIM Yogyakarta dalam laga pekan ke-31 yang sarat gengsi.
Kemenangan ini membawa skuad asuhan Bojan Hodak mengoleksi 72 poin, sekaligus memperlebar jarak menjadi tiga angka dari rival terdekat mereka, Borneo FC.
Baca Juga:Misi Segel Takhta, Persib Wajib Dobrak "Tembok" PSIM di GBLA Sore Ini!Pangkas Target 4 Tahun Jadi 1,5 Tahun, Mentan Amran Buktikan Ketahanan Pangan RI Bukan Sekadar Angka
Sengatan Menit Kedua: Gol “Dejavu” Matricardi
Laga baru berjalan dua menit saat publik Bandung bersorak. Berawal dari skema bola mati yang menjadi spesialisasi Thom Haye, umpan lambung presisi dari tendangan bebas berhasil disambut dengan tandukan tajam oleh Patricio Matricardi. Bola bersarang mulus di sudut gawang PSIM yang dikawal Cahya Supriadi.
Gol ini seolah menjadi “dejavu” bagi pendukung kedua tim; Matricardi mencetak gol dengan skema yang nyaris identik saat kedua tim bertemu di Bantul pada Agustus tahun lalu.
Efektivitas bola mati terbukti kembali menjadi senjata rahasia Persib untuk memecah kebuntuan secara instan.
Centurion: Milestone 100 Penampilan Teja Paku Alam
Di balik papan skor, sejarah manis tercipta bagi Teja Paku Alam. Penjaga gawang andalan Persib ini resmi mencatatkan penampilan ke-100 (centurion) bersama Pangeran Biru di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Ketenangan Teja di bawah mistar, termasuk dalam menghalau tekanan serangan balik Ze Valente dkk, memastikan gawang tuan rumah tetap clean sheet di laga bersejarahnya tersebut.
Taktik “Triple Sub” dan Kedalaman Skuad Mewah
Memasuki babak kedua, Bojan Hodak menunjukkan kelasnya dalam mengelola kedalaman skuad. Tak ingin berjudi dengan keunggulan tipis, Hodak menyegarkan lini serang dengan memasukkan Andrew Jung menggantikan Ramon “Tanque” tepat saat paruh kedua dimulai.
Tak berhenti di situ, Hodak melakukan perubahan radikal dengan melakukan “Triple Sub” atau pergantian tiga pemain sekaligus secara serentak.
Baca Juga:Mentalitas Juara! Remontada Epik Persib Bandung di Lampung: Gusur Borneo FC dari Puncak KlasemenSkenario Horor Persib: Gagal Taklukkan Parkir Bus Arema, Borneo FC Siap Kudeta Singgasana
Pilar kreatif yakni Thom Haye, Beckham Putra Nugraha, dan Luciano Guaycochea ditarik keluar. Sebagai gantinya, Persib memasukkan “trio maut”: Marc Klok, Eliano Reijnders, dan Saddil Ramdani.
Masuknya energi baru ini terbukti ampuh menjaga stabilitas lini tengah dari gempuran Laskar Mataram yang mencoba mengejar ketertinggalan.
