CIREBONINSIDER.COM– Persib Bandung saat ini tidak hanya sedang bertarung melawan 11 pemain di lapangan, melainkan sedang berkejaran dengan sejarah dan tekanan mental menuju tangga juara Liga 1 2025/26.
Hasil imbang 2-2 kontra Dewa United di Stadion Internasional Banten (20/4) memang terasa seperti kekalahan, namun di balik itu, sang juru taktik Bojan Hodak resmi mencatatkan tinta emas.
Pelatih asal Kroasia tersebut kini mengoleksi 200 poin, sebuah angka keramat yang menyamai rekor pelatih legendaris Persib, Indra M. Thohir
Baca Juga:Drama VAR dan Kartu Merah: Persib Nyaris Tumbang di Banten, Bojan Hodak Sentil Blunder 'Anak Kecil'Strategi Bojan Hodak Redam Kejutan Dewa United: Ujian Konsistensi Persib Menuju Juara Liga 1
Namun, sejarah ini dibayangi awan mendung. Jarak poin dengan Borneo FC yang kini hanya tersisa dua angka membuat laga kontra Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/4), menjadi “Partai Final” lebih awal.
1. Kecepatan Rekor: Hodak Lampaui Efisiensi Sang Legenda
Bojan Hodak membuktikan kualitasnya sebagai salah satu pelatih asing terbaik yang pernah dimiliki Maung Bandung.
Untuk mencapai 200 poin, Hodak hanya membutuhkan 95 pertandingan. Bandingkan dengan Abah Thohir yang membutuhkan 113 laga untuk mencapai angka serupa.
Meski begitu, Hodak enggan jemawa. Fokusnya kini tertuju pada evaluasi lini belakang yang sempat “lengah” di Banten.
“Kami harus tetap tenang. Rekor itu bagus, tapi fokus utama kami adalah menjaga permainan dan tetap di puncak,” tegas Hodak.
2. Alarm Bahaya dan “Penyakit” Menit Krusial
Kesalahan lini belakang yang mengira bola telah keluar (out) saat melawan Dewa United menjadi pelajaran mahal. Gol Alex Martins adalah bukti bahwa konsentrasi adalah barang mewah yang dilarang hilang.
Menjelang duel kontra Singo Edan, Manajer Persib Umuh Muchtar memberikan peringatan keras.
Baca Juga:Persib Terancam Borneo FC: Misi Wajib Menang di Kandang Dewa United tanpa Bek Tangguh!Teja Paku Alam Menuju Rekor Legendaris, PERSIB Kian Kokoh di Puncak Klasemen
“Enam laga sisa tidak boleh ada kata kalah. Menang, menang, menang! Pemain harus sadar, Borneo FC terus mengintai. Kita tidak boleh terpeleset lagi,” ujar sosok yang akrab disapa Pak Haji tersebut dengan nada tinggi.
3. Faktor Andrew Jung dan Tuah GBLA
Penyelamat di Banten, Andrew Jung, kini menjadi idola baru. Dinobatkan sebagai Oppo Player of The Match, Jung menegaskan bahwa dirinya lebih peduli pada trofi juara daripada gelar individu.
Ketajaman Jung dan kembalinya Persib ke GBLA diharapkan menjadi sinergi maut untuk meredam ambisi Arema FC.
