Mega Proyek Baterai EV Karawang, Investasi US$6 Miliar dan Janji 70% Pekerja Lokal

Komisi-XII-DPR-RI-Irsan-Sosiawan-Gading
Anggota Komisi XII DPR RI Irsan Sosiawan Gading meninjau proyek pabrik baterai listrik PT CATIB di Karawang untuk memastikan serapan tenaga kerja lokal. Foto: Humas DPR RI

CIREBONINSIDER.COM – Ambisi besar Indonesia untuk mendominasi rantai pasok kendaraan listrik (EV) global kini tertuju pada Karawang, Jawa Barat. Di balik investasi fantastis senilai US$6 miliar (sekitar Rp95 triliun), terselip harapan besar sekaligus tuntutan kritis terhadap keberpihakan industri pada masyarakat lokal.

​Sorotan tajam ini datang dari Komisi XII DPR RI saat melakukan kunjungan kerja ke fasilitas produksi PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), Rabu (15/4/2026).

Proyek strategis yang dijalankan oleh konsorsium CBL bersama MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (IBI) ini ditargetkan menjadi episentrum energi bersih nasional.

Baca Juga:Era Baru Aset Cirebon: Wali Kota Kaji Opsi Kendaraan Listrik dan Sistem SewaReview Motor Listrik Polytron Fox S, Pilihan Ideal Pengendara Kendaraan Praktis dan Ramah Lingkungan

​Ultimatum 70% Tenaga Kerja Lokal

​Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan Gading, menegaskan bahwa dukungan parlemen terhadap industri ini bukan tanpa syarat. Politisi Fraksi Partai NasDem ini memberikan penekanan khusus pada aspek kemanusiaan dan ekonomi kerakyatan.

​”Investasi sebesar ini harus berdampak langsung pada kantong warga sekitar. Kami meminta komitmen minimal 70 persen tenaga kerja harus diserap dari masyarakat lokal Karawang,” ujar Irsan di lokasi proyek.

​Irsan menilai, transfer pengetahuan (transfer of knowledge) menjadi kunci. Saat ini, sebagian tenaga kerja masih menempuh pelatihan di China. Namun, ia mendesak agar dalam waktu dekat, kemandirian teknis harus sepenuhnya dikuasai oleh putra-putri bangsa.

​Paradoks Lingkungan: Hijau di Jalan, Bersih di Pabrik

​Selain masalah lapangan kerja, Komisi XII juga menyinggung potensi risiko ekologis. Irsan mengingatkan bahwa industri yang mengampanyekan “energi bersih” tidak boleh meninggalkan residu kerusakan di lingkungan operasionalnya.

​”Pengurangan emisi karbon melalui kendaraan listrik adalah langkah maju, namun mitigasi dampak lingkungan dari proses produksi baterai ini juga harus dihitung secara matang. Keberlanjutan ekosistem di Karawang tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

​Target Operasional dan Dampak Pasar

​Secara teknis, pabrik dengan kapasitas 6,9 GWh ini menunjukkan progres signifikan. Hingga Januari 2026, infrastruktur dasar telah rampung dan kini memasuki tahap instalasi peralatan.

Pabrik ini diproyeksikan mulai beroperasi penuh pada Kuartal III 2026. ​Menariknya, baterai produksi Karawang ini direncanakan akan menyuplai kebutuhan merek-merek raksasa seperti Toyota dan Honda.

0 Komentar