CIREBONINSIDER.COM — Langkah Timnas Indonesia U20 menuju panggung Asia dipastikan tidak akan berjalan di atas karpet merah. Berdasarkan hasil drawing resmi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) di Kuala Lumpur, skuad Garuda Muda terjebak di Grup H bersama sang juara bertahan Australia, rival abadi Malaysia, dan Laos yang bertindak sebagai tuan rumah kualifikasi.
​Bukan sekadar pertaruhan gengsi regional, Kualifikasi Piala Asia U20 2027 yang akan bergulir pada 25 Agustus hingga 6 September 2026 ini bakal menguji urat saraf. Pasalnya, AFC resmi memperkenalkan format kompetisi baru yang sangat radikal dan kejam bagi tim yang lengah.
​Target Mutlak Coach Nova: Lolos Tanpa Drama!
​Merespons peta persaingan yang langsung memanas, pelatih kepala Timnas Indonesia U20, Nova Arianto, menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk bermain aman.
Baca Juga:Dari Persib: Robi Darwis dan Kakang Juga Dipanggil Timnas untuk Kualifikasi Piala Asia U23 2026PSSI Gerak Cepat, Buru Talenta Diaspora untuk Lini Serang Timnas Garuda
Eks pelatih Timnas U17 yang sukses menembus Piala Dunia U17 2025 tersebut langsung membidik target tertinggi di posisi puncak.
​”Target kita adalah lolos Piala Asia (U20 2027),” tegas Nova Arianto saat dihubungi.
​Nova mengakui, komposisi Grup H memiliki tensi tinggi yang merata. Australia datang dengan status raksasa bertahan usai menjuarai edisi 2025 lewat drama adu penalti kontra Arab Saudi.
Di sisi lain, Malaysia selalu menjadi batu sandungan yang menyulitkan mental Garuda Muda, sementara Laos memegang kartu as berupa keuntungan cuaca dan dukungan penuh publik sendiri selaku tuan rumah.
​Menariknya, atmosfer panas ini akan langsung terasa dalam waktu dekat. “Grup yang pastinya sangat kompetitif dan kebetulan sama dengan lawan kami di AFF U19 (2026),” tambah suksesor Indra Sjafri tersebut.
​Mengenal Sistem ‘Kasta’ AFC: Lolos ke China atau Degradasi
​Mengapa status juara grup menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar oleh Nova Arianto? Jawabannya ada pada regulasi anyar AFC yang menerapkan sistem Promosi dan Degradasi layaknya kompetisi liga profesional.
​Dari total 32 tim yang bertarung di Grup A sampai H, hanya 8 juara grup dan 7 runner-up terbaik yang berhak mengamankan tiket ke putaran final di China pada 24 Maret hingga 10 April 2027 mendatang.
