CIREBONINSIDER.COM – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melayangkan peringatan keras (warning) kepada seluruh jajaran perangkat daerah agar tidak main-main dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Hal ini ditegaskannya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Bappelitbangda Kota Cirebon, Rabu (8/4/2026).
​Effendi menyebut tahun 2027 sebagai “Fase Pembuktian” dari perjalanan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Baca Juga:Modernisasi Dishub Kota Cirebon: Ujianto Wahyu Utomo Emban Misi Digitalisasi dan Reformasi PADDilema 91 Persen Jalan Mantap Kota Cirebon: Ambisi Mulus yang Terganjal Celah Anggaran Rp100 Miliar
Menurutnya, momentum ini adalah titik krusial untuk membuktikan sejauh mana visi pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat.
​Instruksi Tegas: Tinggalkan Pola Rutinitas
​Dalam arahannya, Wali Kota meminta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membuang jauh-jauh pola perencanaan yang hanya bersifat rutinitas tanpa inovasi.
Ia menekankan bahwa setiap program yang diajukan wajib memiliki basis data yang kuat dan mampu menjawab persoalan riil di lapangan.
​”Tahun 2027 adalah fase pembuktian. Kita harus memastikan setiap kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar berdampak. Indikator keberhasilan kita bukan pada besarnya anggaran yang terserap, tetapi pada turunnya angka kemiskinan, meningkatnya IPM, dan kepuasan masyarakat terhadap layanan publik,” tegas Effendi Edo.
​Ia menambahkan bahwa kualitas kebersamaan dan partisipasi masyarakat jauh lebih berharga dibandingkan sekadar pembangunan fisik yang tanpa jiwa. “Kota ini bisa tumbuh karena kita bergerak bersama,” imbuhnya.
​Terobosan Fiskal di Tengah Keterbatasan
​Senada dengan instruksi Wali Kota, Kepala Bappelitbangda Kota Cirebon, Agus Herdhyana, memaparkan bahwa tantangan pembangunan ke depan akan semakin kompleks.
Keterbatasan fiskal daerah menuntut jajaran Pemkot Cirebon untuk jauh lebih kreatif dalam mencari sumber pendanaan. ​Untuk menyiasati hal tersebut, Pemkot Cirebon akan fokus pada dua strategi besar:
Baca Juga:Wali Kota Cirebon Serahkan LKPD 2025 ke BPK Jabar, Bidik Predikat WTP dengan Budaya IntegritasWali Kota Cirebon Sentil Budaya 'Peta-petaan' di Instansi: Kerja Itu untuk Rakyat, Bukan Kelompok!
– ​Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD): Melalui inovasi dan digitalisasi sumber-sumber pendapatan.
– ​Pembiayaan Kreatif: Mendorong kolaborasi lintas sektor melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) dan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
​”Dengan keterbatasan anggaran, kita dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam pembiayaan pembangunan. Kolaborasi dengan pihak swasta menjadi kunci untuk memperluas dampak pembangunan,” jelas Agus.
