Wamentan Sudaryono Klaim Swasembada Beras-Jagung Tercapai, Prabowo-Amran Siapkan Target Pangan 5 Tahun

Wamentan
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Foto: Kementan.

​Indonesia menyatakan siap membuka pintu selebar-lebarnya bagi:

– ​Investasi dan kolaborasi di bidang pertanian dan peternakan.

– ​Penerapan teknologi pangan, kecerdasan buatan (AI), dan teknologi pertanian modern.

– ​Pengembangan industri benih dan pupuk untuk mengurangi ketergantungan impor.

​“Kami siap bekerja sama dengan negara mana pun, teknologi apa pun, dan inisiatif dari mana pun,” tegas Sudaryono, yang juga memiliki latar belakang sebagai anak dari seorang petani di Grobogan, Jawa Tengah.

Proyek Krusial: Benih Gandum Tropis dan Manfaat EU CEPA

​Lebih lanjut, Wamentan Sudaryono juga menyoroti peluang baru setelah penandatanganan perjanjian Indonesia-EU CEPA. Kerangka ini memungkinkan kolaborasi lebih luas, termasuk pengiriman perdana komoditas gandum dari Rumania ke Indonesia.

​Secara khusus, Indonesia menyatakan minat mendalam untuk mengembangkan varietas benih gandum yang cocok untuk iklim tropis Indonesia, sebagai langkah strategis untuk memitigasi ketergantungan impor pangan.

Baca Juga:DPR Puji 'Excellent Leadership' Mentan Amran: Swasembada Beras dan NTP Melonjak SignifikanKunci Swasembada! Pemkab Majalengka Guyur Hadiah Jutaan Rupiah untuk Penyuluh dan Petani Inovatif

​“Kami telah bekerja sama dengan Yordania dan Brasil, dan sekarang kami ingin menemukan varietas benih gandum terbaik yang bisa tumbuh di iklim tropis Indonesia,” tutupnya, sambil berharap dapat menerima undangan resmi untuk meninjau potensi kerja sama pangan di Rumania.(*)

0 Komentar