Tembus Pasar Spanyol, Produk Olahan Kelapa Karya Warga Binaan Indramayu Resmi Diekspor

Tembus Pasar Spanyol, Produk Olahan Kelapa Karya Warga Binaan Indramayu Resmi Diekspor
Bupati Indramayu Lucky Hakim melepaskan ekspor perdana coir shade hasil karya warga binaan Lapas Kelas IIB Indramayu menuju Spanyol. Foto: Doc Pemkab Indramayu

​CIREBONINSIDER.COM — Tembok penjara bukan penghalang untuk berkarya dan menembus pasar internasional. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu membuktikannya lewat pengiriman komoditas ekspor ke benua Eropa.

​Senin (28/9/2026), serabut kelapa yang biasa dianggap limbah disulap menjadi coir shade bermutu tinggi. Produk jaring peneduh tanaman ramah lingkungan tersebut resmi diberangkatkan menuju Spanyol.

​Pelepasan ekspor perdana ini dihadiri langsung oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Indramayu. Kunjungan ini sekaligus meninjau langsung hasil pembinaan kemandirian warga binaan.

Baca Juga:Lepas dari Tengkulak, Kopi Java Buana Cermai Siap Masuk Pasar Ekspor lewat Indikasi Geografis Lompatan Kejawanan, Pelabuhan Cirebon Disulap Jadi Hub Ekspor Ikan Rp459 Miliar

​Nilai Ekonomi Tinggi di Pasar Global

​Coir shade berbahan dasar serat kelapa kini menguasai tren green living di pasar global. Produk ini diminati di Spanyol karena daya tahannya serta sifatnya yang ramah lingkungan untuk kebutuhan lanskap dan pertanian.

​Di dalam Lapas, warga binaan memintal serat kelapa kasar menjadi anyaman presisi. Sentuhan keterampilan ini mengolah limbah lokal menjadi komoditas bernilai jual tinggi.

​Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan apresiasi mendalam atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ekspor ini menjadi bukti nyata efektifnya program pemberdayaan di dalam lembaga pemasyarakatan.

​”Ini hasil yang sangat membanggakan,” tegas Lucky Hakim saat menyaksikan pelepasan produk tersebut di Indramayu. “Serabut kelapa dipintal menjadi sesuatu yang bernilai dan terbukti dikirim ke Spanyol. Kinerjanya ada, hasilnya nyata.”

​Bekal Kemandirian Pasca-Pembinaan

​Pengembangan produk coir shade tidak hanya berfokus pada hasil penjualan. Fokus utamanya terletak pada pembekalan keterampilan hidup bagi warga binaan.

​Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap keterampilan ini menjadi modal utama saat mereka menyelesaikan masa pembinaan. Warga binaan diharapkan siap bekerja maupun membuka usaha mandiri di tengah masyarakat.

​Pemkab Indramayu menyatakan kesiapannya untuk mendukung keberlanjutan program ini. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah menjembatani kerja sama dengan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Baca Juga:Demam Vegan Eropa Meledak, Gula Aren Lokal Panen Ekspor dan Miliar RupiahEksportir Superfood, Cara Kelor Indonesia Menginvasi Pasar Dunia

​Dorong Ekosistem UMKM Berbasis Lapas

​Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Aramichi Renggalih, menyebut program pembinaan ini dirancang untuk memperkuat sektor UMKM daerah.

​Pihak Lapas terus menggali potensi produk lain yang memiliki peluang menembus pasar ekspor. Penguatan ini dilakukan melalui koordinasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

0 Komentar