Pertama, kemandirian gizi anak terjamin. Anak-anak pedalaman mendapatkan makanan segar dan kaya nutrisi setiap hari tanpa bergantung pada pasokan luar daerah.
Kedua, transfer pengetahuan gizi. Ibu-ibu desa menjadi makin paham cara mengolah bahan lokal menjadi sajian sehat untuk keluarga.
Ketiga, perputaran ekonomi lokal. Bahan baku dibeli langsung dari petani dan nelayan sekitar. Alhasil, anggaran negara tak menguap keluar, melainkan berputar menghidupkan ekonomi warga desa.
Baca Juga:Purbaya Dipecat via Telepon: Kalah Akses, Drama 4 Hari, dan Beban Anggaran MBGUji Organoleptik dan 8 Kebiasaan Baik, Peran Kunci Guru Cegah Keracunan MBG di Sekolah
Ujian Realisasi di Daerah 3T
Mengubah gizi anak-anak di pelosok negeri tak cukup dengan instruksi di atas kertas.
Inisiatif dapur komunal membuktikan satu hal penting: keberhasilan program nasional di wilayah 3T sangat ditentukan oleh fleksibilitas strategi serta keberanian memercayai kekuatan masyarakat lokal.(*)
