Rem Likuiditas Berbuah Rekor Laba, Siasat BRI Tembus Rp31,2 Triliun

BRI
Jajaran Direksi BRI berpose setelah memaparkan kinerja keuangan Triwulan II 2026. Meskipun mencetak laba bersih Rp31,2 triliun, manajemen menekankan disiplin likuiditas ketat sebagai strategi jangka panjang. Foto: Istimewa

​Ekspansi Kredit Deras, Kualitas Risiko Membaik

​Efisiensi biaya bunga memberi amunisi bagi BRI untuk tetap agresif menyalurkan kredit. Portofolio penyaluran kredit dan pembiayaan BRI menembus Rp1.646 triliun, melonjak 16,2 persen (yoy).

​Pertumbuhan kredit yang pesat ini tidak mengorbankan kehati-hatian. Kualitas aset justru terpantau semakin menyehatkan.

​Rasio risiko pinjaman atau Loan at Risk (LAR) BRI melorot ke angka 9,1 persen pada semester I 2026. Angka ini membaik tajam jika dibandingkan posisi Desember 2025 yang berada di level 9,6 persen.

Baca Juga:​BRI Perketat Pencairan KUR KDKMP, Seluruh Pengurus Koperasi Desa Wajib Lolos SLIK OJK​Trik Amankan Modal Usaha Rp40 Juta KUR BRI 2026 tanpa Terjerat Cicilan

​Keberhasilan menekan biaya dana dan memoles kualitas aset inilah yang mengantar laba bersih BRI meroket 17,5 persen (yoy) menjadi Rp31,2 triliun. Fondasi ini memperkuat optimisme bahwa BRI mampu berlayar mulus di tengah potensi gelombang likuiditas hingga akhir 2026.(*)

0 Komentar