Namun, pemerintah tak sekadar mengejar modal masuk. Menko Airlangga menegaskan bahwa investasi yang hadir harus mampu memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi masyarakat luas.
”Kami ingin mereka tumbuh bersama Indonesia. J Trust diharapkan memperkuat pembiayaan bagi sektor produktif serta UMKM, sekaligus menjadi jembatan konektivitas dunia usaha kedua negara,” tambah Airlangga.
Tak hanya berfokus pada ekonomi, proyek J Trust Bank juga berkontribusi pada tata kota. Perusahaan turut mendukung revitalisasi kawasan Lapangan Banteng, menciptakan ruang publik modern tanpa merusak nilai sejarah yang dikandungnya.
Baca Juga:Siasat Indramayu Putus Cengkeraman Calo, Lucky Hakim Gembleng Ratusan Calon Pekerja Migran Tembus Pasar JepangDisnaker Kabupaten Cirebon Saring 1.400 Pendaftar Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang
Survei JETRO: 70 Persen Perusahaan Jepang Meraup Untung
Optimisme investor Jepang bukan tanpa alasan mendasar. Data faktual menunjukkan bahwa Indonesia adalah pasar yang sangat menguntungkan bagi pelaku usaha internasional.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, mengungkapkan hasil survei terbaru dari Japan External Trade Organization (JETRO). Riset tersebut mencatat sebanyak 70% perusahaan Jepang berhasil membukukan laba bersih di Indonesia.
Capaian tingkat keuntungan ini menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan ASEAN. Hal inilah yang mendorong para pengusaha Jepang terus memperluas ekspansi bisnis mereka.
Kehadiran J Trust Bank City Tower berkonsep TOD dipastikan bakal memperkuat Jakarta sebagai pusat gravitasi ekonomi nasional—menciptakan kawasan yang terintegrasi, efisien, ramah lingkungan, dan siap bersaing di tingkat global.(*)
