Sudah 20 Tahun Menanti, Sawah Susukan Cirebon Akhirnya Bebas Dahaga Musim Kemarau

Mentan-Andi-Amran-Sulaiman
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menguji perangkat kontrol irigasi perpipaan Kementan di Kabupaten Cirebon, didampingi pejabat Pemda dan petugas teknis lapangan. Foto: Istimewa/ Doc Kementan 

​CIREBONINSIDER.COM — Dua puluh tahun bukan waktu yang singkat untuk sekadar menunggu kepastian air. Di Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, ancaman gagal tanam tiap musim kemarau kini resmi jadi cerita lama.

​Sebentang jaringan irigasi perpipaan (irpom) sepanjang 2.400 meter baru saja rampung dibangun oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Infrastruktur ini menjadi penyelamat nyata bagi Kelompok Tani Sumber Rezeki Tani yang puluhan tahun bertarung melawan kekeringan.

​Air Mengalir, Ancaman Puso Lenyap

​Bagi petani Cirebon, air adalah urat nadi kehidupan. Jalur irigasi baru ini memotong rintangan distribusi air yang selama ini kerap menyusut sebelum sampai ke hilir sawah.

Baca Juga:​Lawan Stunting dan Inflasi, DKPP Cirebon Tebar Pangan Murah dan Protein Pesisir​Alarm Keamanan Pangan Sekolah, Mengapa Guru Wajib Jadi 'Pencicip' Makanan Bergizi Gratis?

– ​Dampak Langsung: Kepastian pasokan air menjamin pola tanam tetap terjaga meski berada di puncak musim kemarau.

– ​Efisiensi Usaha Tani: Risiko kekeringan ekstrem dan kerugian modal tanam dapat ditekan secara drastis.

​”Persoalan air selama ini jadi kendala utama kami. Kami berterima kasih sekali kepada pemerintah dan Pak Mentan atas bantuan irpom 2.400 meter ini,” ujar Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki Tani, M. Saeproni.

​Strategi Nasional Melawan Iklim Ekstrem

​Pembangunan irigasi di Susukan ini bukan sekadar bantuan lokal, melainkan bagian dari benteng pertahanan pangan nasional menghadapi dampak perubahan iklim global.

– ​Target Nasional 2026: Kementan menargetkan pembangunan 89.600 unit infrastruktur air untuk mengamankan 2,1 juta hektare lahan.

– ​Komposisi Program: ​Irigasi Perpipaan: 3.500 unit, ​Irigasi Perpompaan: 17.400 unit, ​Pompanisasi: 56.000 unit (melayani 1,1 juta hektare lahan)

​Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa ketersediaan air merupakan variabel penentu utama agar petani tidak kehilangan indeks pertanaman (IP).

Baca Juga:Skandal Beras Fortifikasi Rp71 T, Mentan Amran Gandeng Aktivis "Gebuki" Mafia Pangan!Tamparan Keras Mentan Amran di UMJ, Pilih Banting Tulang Sekarang atau Sengsara 15 Tahun Lagi!

​”Kita tidak boleh membiarkan petani kehilangan musim tanam karena kekurangan air. Pompanisasi dan irigasi perpipaan jadi solusi cepat memastikan sawah tetap terairi,” tegas Amran.

​Dua Dekade Menunggu, Asa Baru Terbit

​Bagi para petani di Susukan, aliran air dari pipa sepanjang 2,4 kilometer tersebut bukan hanya membasahi tanah yang retak, melainkan menghidupkan kembali harapan ekonomi keluarga mereka.

​Kepastian pasokan air kini membawa optimisme baru: Cirebon tetap mampu menopang lumbung pangan Jawa Barat tanpa perlu takut bayang-bayang kemarau panjang.(*)

0 Komentar