Bukan Sekadar Lomba, Cara Cirebon Bentengi Generasi Alpha dari Kepunahan Seni Tradisi

Lomba-Tari-Kreasi-Nusantara
Para peserta Lomba Tari Kreasi Nusantara dari berbagai sanggar saat pengumuman juara di Pendopo Bupati Cirebon, Sabtu (22/8/2026). Foto: Tangkapan layar Instagram 

CIREBONINSIDER.COM — Seni tradisi Cirebon menghadapi tantangan berat di tengah gempuran tren pop modern. Menjawab ancaman tergerusnya identitas lokal, Pemerintah Kabupaten Cirebon mengambil langkah konkret membina generasi muda langsung dari tingkat akar rumput.

​Langkah ini diwujudkan lewat Lomba Tari Kreasi Nusantara di Pendopo Bupati Cirebon, Sabtu (22/8/2026). Ajang ini bukan sekadar kompetisi rutin, melainkan panggung pembuktian bagi generasi penerus untuk membentengi identitas seni daerah.

​Bupati Cirebon, Imron, menegaskan pentingnya konsistensi dalam menjaga warisan leluhur. Menurutnya, seni dan budaya merupakan denyut nadi yang tidak bisa dipisahkan dari karakter masyarakat Cirebon.

Baca Juga:​Di Bawah Bayang-bayang Rob Eretan Kulon, Anak-Anak SD Ini Ubah Sampah Plastik Jadi Karya Seni​Seni Menjinakkan Badai Global, Ekonomi Indonesia Tetap Perkasa Tumbuh 5,61%

​”Budaya dan seni itu sangat melekat pada Kabupaten Cirebon dan masyarakatnya. Saya minta kegiatan ini tidak berhenti di sini, tapi dilanjutkan menjadi agenda tahunan,” tegas Imron di hadapan peserta dan para orang tua.

​Sanggar Seni: Benteng Pertama Karakter Anak

​Bupati Imron menggarisbawahi peran vital sanggar seni sebagai wadah utama penempaan bakat. Keahlian seni adalah potensi khusus yang tidak dimiliki semua orang, sehingga butuh pengawalan intensif sejak dini.

​Peran orang tua menjadi kunci utama. Keputusan mendaftarkan anak ke sanggar dan mendampingi proses latihan rutin merupakan bentuk investasi karakter yang tidak ternilai.

​”Tidak semua orang pandai berkesenian. Anak-anak yang punya bakat ini harus terus dibina di sanggar agar potensinya tumbuh maksimal dan berprestasi,” lanjut Imron.

​Ia juga meminta para peserta yang belum meraih gelar juara untuk tidak berkecil hati. Kompetisi harus dimaknai sebagai bagian dari proses belajar dan sarana mengasah keahlian, bukan akhir dari perjalanan berkarya.

​Ruang Eksplorasi Tradisi di Era Digital

​Upaya Pemkab Cirebon memfasilitasi seni tari kreasi nusantara menjadi langkah strategis di tengah dinamika kebudayaan modern. Lewat tari kreasi, anak-anak mendapat kebebasan mengekspresikan gerak baru tanpa pernah melepas akar pakem tradisi.

​Tampil langsung di panggung Pendopo Bupati turut melatih mental dan mengasah rasa percaya diri anak di hadapan publik. Di saat yang sama, kolaborasi antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), pengelola sanggar, serta orang tua berhasil menciptakan ekosistem seni yang hidup dan berkelanjutan.

0 Komentar