CIREBONINSIDER.COM — Budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) yang terjebak dalam rutinitas dan sekadar menggugurkan kewajiban mendapat kritikan menohok dari Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar. Di hadapan puluhan pejabat pengawas, Dian menegaskan bahwa ukuran kinerja seorang abdi negara bukanlah sebatas daftar hadir di kantor, melainkan dampak nyata dan kepuasan publik.
“Kalau cuma bekerja, itu sekadar aktivitas fisik. Berkinerja itu menghasilkan dampak nyata. Jangan bangga merasa rajin ke kantor kalau keluhan dan persoalan masyarakat tak pernah selesai,” tegas Dian saat memberi pembekalan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I Tahun 2026 di BKPSDM Kabupaten Kuningan, Sabtu (22/8/2026).
Sentilan Menohok: Hentikan Alasan “Bukan Tugas Saya”
Di hadapan 34 pejabat pengawas dari berbagai instansi, kecamatan, hingga kelurahan, Bupati Dian menyoroti kebiasaan birokrasi yang kerap pasif dan defensif ketika dihadapkan pada persoalan masyarakat.
Baca Juga:RTRW Diuji Publik, Bupati Kuningan Dian Rachmat Tegaskan Produk Hukum Tak Boleh Lahir dari 'Ruang Hampa'Bukan APBD! Bupati Dian Andalkan BAZNAS Jadi 'Tangan Kiri' Pangkas Kemiskinan Kuningan
– Pantang Pasrah: ASN dilarang keras langsung menyerah dengan kata “tidak bisa” atau ngeles dengan kalimat “bukan tupoksi saya”. Ketika strategi pertama buntu, aparatur wajib mencari cara kedua hingga masalah tuntas.
– Inisiatif Mandiri: Aparatur dituntut memiliki sense of ownership atau rasa memiliki terhadap daerah. Bekerja tak boleh lagi menunggu perintah atasan, melainkan harus peka membaca persoalan di lapangan.
– Ego Sektoral Harus Runtuh: Keterbatasan anggaran dan sumber daya bukan alasan untuk mandek. ASN harus lincah membangun kolaborasi lintas sektor demi menghadirkan solusi.
Kritik Soal Emosi dan Karakter “Sumbu Pendek”
Tak hanya menyoal kapabilitas teknis, Dian juga secara khusus menyoroti pentingnya kepemimpinan emosional dan spiritual. Menurutnya, karakter pejabat yang temperamental atau “sumbu pendek” hanya akan merusak iklim kerja dan pelayanan publik.
Mengenang nasihat almarhum ayahnya yang merupakan seorang guru senior, Dian menekankan pesan penting bagi seluruh pejabat di Kabupaten Kuningan: “Sebelum kamu memimpin orang lain, kamu harus mampu memimpin dan mengendalikan diri sendiri.”
Paradigma Baru Birokrasi Modern Kuningan
Perubahan besar kini digelorakan di Pemkab Kuningan. Budaya birokrasi lama yang diukur dari kerajinan absensi, ketaatan buta pada perintah, serta fokus pada kelengkapan administrasi formalitas kini resmi ditinggalkan.
