Pemprov Jabar Pertaruhkan Sapi Pasundan demi Benteng Daging Lokal

Bantuan-bibit-sapi-potong
Penyerahan bantuan bibit sapi potong oleh Kepala DKPP Jabar Linda Al Amin kepada kelompok peternak di Ciamis. Foto: Istimewa/ Doc Pemprov Jabar 

CIREBONINSIDER.COM — Pangandaran, Sumedang, dan Ciamis baru saja menerima amunisi baru. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendistribusikan 24 ekor bibit sapi potong unggulan ke tiga daerah tersebut.

​Langkah ini bukan sekadar acara seremoni potong pita. Ini adalah strategi ofensif Jawa Barat untuk membentengi pasokan daging lokal sekaligus menyelamatkan aset genetik langka.

​Penyerahan bantuan dikawal langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar, Linda Al Amin, bersama Kepala UPTD Balai Perbibitan dan Pengembangan Inseminasi Buatan Ternak Sapi Potong (BPPIBTSP) Ciamis, drh. Vidi Wulandari. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh pimpinan daerah setempat.

Baca Juga:​Gurihnya Bisnis Susu Sapi Nasional, Peluang Raksasa di Tengah Defisit Pasokan 80 PersenMenilik "Doa Ibu", Sapi 1 Ton Milik Presiden Prabowo di Cirebon dan Aturan Ketat SKKH Iduladha 2026

​Investasi Genetik di Tanah Priangan

​DKPP Jabar tidak asal menyebar ternak. Pemilihan jenis ras disesuaikan secara presisi dengan karakteristik wilayah.

​Pangandaran dan Sumedang disuntik bibit Sapi Peranakan Ongole (PO). Ras ini terkenal tangguh, tahan panas, dan adaptif dengan iklim pesisir serta dataran sedang.

​Sementara Ciamis mendapatkan kebanggaan lokal: Sapi Pasundan.

​Sapi Pasundan adalah plasma nutfah asli Jawa Barat. Daya tahan tubuhnya terhadap penyakit endemik sangat tinggi. Pakannya efisien, namun kualitas dagingnya sangat baik. Memperkuat populasi Sapi Pasundan di Ciamis menjadi benteng penting agar ras unggul ini tidak punah tergerus kawin silang sembarangan.

​Matematika Populasi: Dari 8 Jadi Puluhan

​Tiga kelompok peternak terpilih menerima masing-masing 8 ekor sapi. Formasinya dibuat presisi: 7 betina dan 1 jantan.

​Rasio ini dirancang untuk percepatan reproduksi. Lewat pendampingan kawin suntik (Inseminasi Buatan) dari UPTD BPPIBTSP Ciamis, 24 ekor bibit ini diproyeksikan mampu melipatgandakan populasi kandang dalam kurun 18 hingga 24 bulan ke depan.

​Penyaluran bantuan dilakukan secara maraton di tiga lokasi berbeda:- ​Rabu (12/8/2026): Diserahkan kepada Kelompok Tirta Mulya di Padaherang, Pangandaran.

– ​Kamis (13/8/2026): Diterima oleh Kelompok Mekar Mandiri di Desa Lebaksiuh, Sumedang.

– ​Jumat (14/8/2026): Diserahkan kepada Kelompok Karya Mekar I di UPTD BPPIBTSP, Ciamis.

Baca Juga:Persib Hattrick Juara Super League: KDM Beri Bonus Rp1 M dari Hasil Sapi, GBLA Bakal Punya Museum!Belajar dari Efek Telur, Badan Gizi Nasional Ogah Paksa Menu Sapi Serentak: Takut Harga Pasar Jebol!

​”Pembibitan yang tangguh akan melahirkan usaha budidaya yang berdaya saing. Ujungnya adalah peningkatan pendapatan dan kesejahteraan peternak,” ujar Linda Al Amin, Rabu (19/8/2026). Langkah strategis ini mengacu pada Peraturan Gubernur Jabar Nomor 2 Tahun 2018.

0 Komentar