CIREBONINSIDER.COM — Atmosfer menjelang Hari Raya Iduladha 2026 di Kabupaten Cirebon mendadak riuh dengan kabar membanggakan. Tahun ini, masyarakat Cirebon dipastikan mendapat berkah istimewa berupa bantuan kemasyarakatan satu ekor sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Bukan sekadar hewan kurban biasa, sapi berjenis Simental yang dipilih memiliki profil raksasa dengan bobot menembus angka 1.062 kilogram—alias lebih dari satu ton.
Otoritas penjamin mutu pangan daerah pun langsung bergerak cepat melakukan pengawalan klinis tingkat tinggi.
Baca Juga:Persib Hattrick Juara Super League: KDM Beri Bonus Rp1 M dari Hasil Sapi, GBLA Bakal Punya Museum!Peserta Master Chef Bagikan Tips Simpan Lebihan Daging Kurban Biar Awet, Berikut Cara Mengolahnya
Sapi Simental Tegalgubug: Perawatan Khusus Kelas VIP
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon, Denny Nugraha, mengonfirmasi bahwa monster berbobot satu ton ini merupakan mutiara lokal.
Sapi yang diberi nama “Doa Ibu” tersebut lahir dan dibesarkan oleh peternak bertangan dingin, Abdul Azis, pemilik Lembu Muda Do’a Ibu Farm di Desa Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun.
”Sapi bantuan Presiden ini dirawat secara intensif dengan pengawasan kesehatan rutin dan pemberian pakan berkualitas,” ujar Denny saat memberikan keterangan resmi, Senin (25/5/2026).
Skema perawatan “Doa Ibu” memang terbilang eksklusif. Formula pakan dengan nutrisi makro-mikro seimbang, sanitasi kandang yang steril, hingga pengecekan suhu berkala diterapkan demi memastikan imun sang sapi tetap berada di level puncak.
Hasilnya, performa fisik sapi Simental ini dipastikan dalam kondisi prima dan sangat bugar menjelang hari penyembelihan.
Logistik Ketat H-1: Menjaga “Doa Ibu” Bebas Stres
Memindahkan raksasa seberat satu ton tentu bukan perkara sepele. Distan Kabupaten Cirebon bersama panitia lokal telah merancang mitigasi logistik agar pengiriman sapi kepresidenan ke Masjid Agung Sumber berjalan mulus pada H-1 Iduladha.
Risiko cedera dan stres pada hewan menjadi perhatian utama tim dokter hewan. Proses penurunan (unloading) dari truk akan menggunakan fasilitas ram atau jembatan landai khusus.
Baca Juga:Menurut Syariat Islam, Bolehkah Shohibul Kurban, Penerima dan Panitia Menjual Daging? Ini PenjelasannyaCiri dan Syarat Hewan Kurban Layak Konsumsi, Simak Penjelasan Distan Kabupaten Cirebon
Pasalnya, tingkat stres yang tinggi pada hewan sebelum disembelih secara ilmiah dapat menurunkan kualitas keempukan dan mempercepat pembusukan daging kurban.
Setelah dieksekusi di Masjid Agung Sumber, daging kurban ini tidak akan menumpuk di pusat kota. Distribusi akan disalurkan secara terarah menggunakan data kemiskinan makro daerah.
