CIREBONINSIDER.COM – Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat di Halaman Gedung Sate, Rabu malam (19/8/2026), berubah menjadi panggung otokritik tajam. Di hadapan seluruh kepala daerah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melontarkan teguran keras soal tata kelola anggaran daerah.
Pria yang akrab disapa KDM ini menegaskan, keterbatasan fiskal saat ini menuntut disiplin tinggi. Setiap rupiah APBD tidak boleh lagi terserap sekadar untuk urusan administrasi apalagi seremonial semata.
Ia menuntut agar APBD dikembalikan ke fungsinya sebagai instrumen penyelamat kebutuhan dasar rakyat. Prioritas mutlak harus diarahkan pada sektor kesehatan, pendidikan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta penciptaan lapangan kerja secara masif.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Buka Suara Soal PHK Cimahi: Garmen Tak Pernah Permanen, Buruh Harus Siap Nomad!KDM Minta Maaf di Gedung Sate, 80 Ribu Warga Jabar Masih Gelap, Pejabat Dilarang Minta Naik Tunjangan
Menurut Dedi, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tidak boleh hanya indah di atas kertas atau menjadi angka statistik semata. Pertumbuhan tersebut harus dirasakan langsung oleh masyarakat kelas bawah dan tidak boleh memicu jurang ketimpangan antardaerah yang makin lebar.
Gubernur juga meminta jajaran pemerintah di Jawa Barat untuk tidak anti-kritik. Era keterbukaan informasi menuntut para pemangku kebijakan menjadikan masukan dan respons publik sebagai kompas evaluasi diri secara berkesinambungan.
Merespons sentilan menohok tersebut, Wali Kota Cirebon Effendi Edo yang hadir langsung bersama Sekda Kota Cirebon Iing Daiman memberikan respons tegas dan terukur. Effendi Edo menyatakan bahwa Pemkot Cirebon menyambut baik arahan tersebut dan siap pasang badan untuk melakukan reformasi alokasi anggaran daerah.
Edo menyadari betul posisinya sebagai bagian integral dari pembangunan kawasan pesisir Jawa Barat. Ia berkomitmen menyelaraskan program lokal Kota Cirebon agar sejalan dengan arahan provinsi, terutama dalam penguatan pelayanan dasar, pengentasan kemiskinan, dan efisiensi belanja daerah.
Momen peringatan HUT ke-81 ini dinilai Effendi Edo bukan sekadar seremoni ulang tahun saban tahun. Ia menjadikannya tamparan sekaligus ajang evaluasi mendalam agar Pemkot Cirebon dapat menghadirkan hasil pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya di dapur rumah tangga warga Kota Cirebon.(*)
