Sisi positifnya, 10 dari 12 indikator kesehatan berhasil melampaui target semester I secara meyakinkan.
Kesadaran remaja putri untuk mencegah anemia meroket tajam. Skrining anemia remaja putri menembus 95,34 persen dari target 75 persen, disusul konsumsi Tablet Tambah Darah yang mencapai 92,9 persen dari target 65 persen.
Kesehatan ibu hamil dan bayi juga menunjukkan performa memuaskan. Pemeriksaan kehamilan (ANC) minimal enam kali terlampaui hingga 44,4 persen, konsumsi suplemen gizi ibu hamil mencapai 50,59 persen, dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil KEK menyentuh 67,76 persen.
Baca Juga:Jabar Raih Penghargaan Stunting 2026, Dedi Mulyadi: Kelas Menengah Jangan Belanja di Ritel Modern Terus!Dapat Dukungan World Bank, Begini Cara Pemkab Indramayu ‘Kepung’ Stunting di Wilayah Prioritas
Di tingkat balita, pemantauan pertumbuhan di Posyandu (D/S) merangkak naik ke 94,47 persen. Cakupan ASI eksklusif bayi di bawah 6 bulan mencapai 75,52 persen, serta pemberian MP-ASI beragam usia 6–23 bulan menembus 93,98 persen.
Bahkan, penanganan gizi buruk dan status kelurahan bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) sukses disapu bersih 100 percent. Namun, mengapa angka stunting belum melandai sepenuhnya?
Jawabannya terletak pada dua indikator krusial yang masih terperangkap di rapor merah:
Pertama, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita gizi kurang baru mencapai 29,82 percent dari target 32,5 persen. Kedua, cakupan imunisasi dasar lengkap bagi anak bawah dua tahun (baduta) baru menyentuh 30,5 percent dari target 35 persen. Celah inilah yang menjadi celah kerentanan anak terhadap penyakit infeksi berulang pemicu stunting.
Siasat Integrasi: Mengunci 1.000 HPK Lewat Dapur MBG 3B
Guna menyumbat celah kerentanan tersebut, Pemkot Cirebon langsung merancang langkah akselerasi di paruh kedua tahun 2026.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Kota Cirebon, Sutikno, menjelaskan bahwa kunci utama pencegahan stunting terletak pada pengawalan ketat periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)—dimulai dari fase kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
”Stunting itu sangat bisa dicegah jika intervensi dilakukan sebelum anak terlanjur kerdil. Kuncinya ada di penguatan edukasi, imunisasi, dan pemenuhan gizi sejak masa kehamilan,” ujar Sutikno.
Baca Juga:Cirebon Lawan Stunting: Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Pertaruhan 'IQ' dan Masa Depan SDMBukan Sekadar Makan Gratis: Siasat "Protein Pesisir" Siti Farida Tekan Stunting di Cirebon
Bagaimana strategi konkretnya di lapangan?
– Sinergi Dapur MBG 3B: Pemkot Cirebon mengintegrasikan program dukungan pusat melalui Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disasarkan khusus pada kelompok 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita non-PAUD). Pasokan asupan gizi berkualitas dialirkan langsung ke kelompok rentan ini.
