Dapat Dukungan World Bank, Begini Cara Pemkab Indramayu ‘Kepung’ Stunting di Wilayah Prioritas

Rakor-Percepatan-Penurunan-Stunting-Indramayu
​Rapat koordinasi percepatan penurunan stunting INEY Fase II di Bapperida Indramayu untuk pemetaan wilayah prioritas kesehatan. Foto: Humas Pemkab Indramayu

CIREBONINSIDER.COM – Pemerintah Kabupaten Indramayu melakukan manuver strategis dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui penguatan kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi.

Lewat program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II, Indramayu kini memfokuskan intervensi pada data riil di lapangan guna memastikan setiap bantuan tepat sasaran.

Komitmen ini ditegaskan kembali dalam pertemuan Pemaparan Hasil Analisis Situasi dan Advokasi Lintas Sektor yang digelar di Aula Bapperida Indramayu, Selasa (12/05/2026). Langkah ini menjadi krusial mengingat tantangan stunting kini bergeser pada detail intervensi spesifik di tingkat desa.

Baca Juga:Menuju Indonesia Emas 2045, Pemkab Indramayu Gencarkan Aksi Turunkan StuntingCirebon Lawan Stunting: Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Pertaruhan 'IQ' dan Masa Depan SDM

Fokus pada Titik Lemah: KEK dan Imunisasi

Ketua Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Indramayu, Titing Mulyani, mengungkapkan bahwa meskipun tren stunting di Indramayu menunjukkan grafik positif (menurun), pengawalan ketat tidak boleh kendor.

Tahun 2026 ini, Kecamatan Kedokan Bunder dan Kecamatan Kertasmaya ditetapkan sebagai wilayah pendampingan prioritas.

​Pemilihan kedua wilayah tersebut didasarkan pada temuan lapangan yang kompleks, mulai dari tingginya angka ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK) hingga cakupan imunisasi dasar yang perlu diakselerasi.

​”Percepatan penurunan stunting bukan sekadar tugas sektor kesehatan. Ini butuh sinergi dari perangkat daerah, pemerintah desa, hingga dunia usaha agar intervensi yang kita berikan benar-benar menyentuh akar masalah,” tegas Titing.

​Digitalisasi dan Pemantauan Real-Time

Satu hal yang membuat strategi kali ini berbeda adalah penggunaan inovasi teknologi. Penelaah Kebijakan Kesehatan, Juwanda, menyebutkan bahwa penguatan sistem surveilans gizi kini diperkuat dengan aplikasi pemantauan kesehatan remaja dan ibu hamil.

Dengan teknologi ini, status gizi masyarakat dapat dipantau secara real-time. Artinya, potensi risiko stunting dapat dideteksi sejak masa kehamilan, bahkan sebelum anak dilahirkan.

​Pendampingan Hulu ke Hilir

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Indramayu, Tati Suhartati, menekankan bahwa hasil analisis situasi telah memetakan wilayah secara presisi agar alokasi sumber daya tidak sia-sia.

Baca Juga:Bukan Sekadar Makan Gratis: Siasat "Protein Pesisir" Siti Farida Tekan Stunting di Cirebon42,3% Remaja Putri Cirebon Anemia, Pemkot "Perang" Lawan Stunting dari Hulu

Hal ini diperkuat oleh Hj. Warcitem dari P3APPKB yang menyoroti pentingnya pendampingan bagi calon pengantin dan keluarga berisiko tinggi.

​Dukungan teknis juga datang dari akademisi Poltekkes Tasikmalaya, Eyet Hidayat, yang memastikan setiap intervensi gizi di lapangan berjalan sesuai standar medis yang ketat.

0 Komentar